Meningkatnya Peluang The Fed Pangkas Suku Bunga Dorong Kinerja Emas
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas meningkat ke zona US$ 2.635 per troy ons pada Kamis (28/11/2024) di tengah melemahnya dolar AS setelah tertekan oleh data ekonomi yang menunjukkan inflasi masih berada di atas target Federal Reserve. Pelemahan ini terjadi menjelang akhir pekan panjang Thanksgiving.
Mengutip riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX), dari data ekonomi AS, data Produk Domestik Bruto (PDB) pendahuluan AS untuk kuartal ketiga naik 2,8% seperti prakiraan dan sama dengan kuartal sebelumnya.
“Namun, pesanan barang tahan lama AS pada bulan Oktober 0,2%, gagal memenuhi ekspektasi 0,5%, meskipun penurunan 0,8% bulan sebelumnya direvisi lebih tinggi menjadi turun 0,4%,” tulis riset ICDX Kamis, (28/11/2024).
Sementara dari sisi tenaga kerja, klaim pengangguran awal untuk pekan yang berakhir pada 22 November dan klaim lanjutan untuk pekan 15 November lebih rendah dari yang diprakirakan.
Baca Juga
Harga Emas Terdongkrak Depresiasi Dolar, tapi Tertekan Data Inflasi AS
Selain itu, Biro Analisis Ekonomi AS melaporkan pada hari Rabu bahwa Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS naik 2,3% YoY di bulan Oktober, dibandingkan dengan kenaikan 2,1% di bulan September.
Indeks harga PCE inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang bergejolak, naik 2,8% di periode yang sama, naik dari 2,7% di bulan September.
“Data ini memperkuat ekspektasi bahwa Fed mungkin akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember, meskipun langkah tersebut dilakukan dengan kehati-hatian,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
Gencatan Senjata Israel-Hizbullah Batasi Kenaikan Harga Emas
Pelaku pasar menilai kurangnya keberhasilan dalam mengembalikan inflasi ke target Federal Reserve sebesar 2%, bersamaan dengan prospeknya tarif yang lebih tinggi pada barang-barang impor dari pemerintahan Donald Trump yang akan datang, dapat mempersempit ruang lingkup penurunan suku bunga dari bank sentral AS.
Di sisi geopolitik, dalam berita yang beredar, gencatan senjata antara Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah Lebanon berhasil ditegakkan pada hari Rabu, menyusul kesepakatan yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS) dan Prancis.
Gencatan senjata ini telah memungkinkan orang-orang di daerah perbatasan, yang telah hancur akibat konflik selama 14 bulan, untuk mulai kembali ke rumah mereka. Namun, Israel tetap melanjutkan operasi militernya terhadap Hamas di Jalur Gaza.
ICDX memproyeksikan saat ini harga emas meningkat dengan support saat ini beralih ke area US$ 2.600 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.654. Sementara support terjauhnya berada di area US$ 2.585 - US$ 2.540, sedangkan untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.685 - US$ 2.745.

