Antisipasi Transisi Ekonomi Terkait Tarif, Trump Dorong The Fed Pangkas Suku Bunga
WASHINGTON, investortrust.id – Selama dua bulan pertama masa jabatannya, Presiden Donald Trump tak ikut campur dalam urusan Federal Reserve. Tapi, kini ia mendorong bank sentral untuk memangkas suku bunga sebagai langkah pendukung rencana tarif perdagangan.
Baca Juga
Powell dan Trump Berpotensi Bertabrakan dalam Kebijakan Suku Bunga
Dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Rabu malam (19/03/2025), Trump mendorong Ketua The Fed Jerome Powell dan rekan-rekannya untuk melonggarkan kebijakan moneter saat pemerintahannya memasuki fase berikut dari kebijakan perdagangan agresifnya.
"The Fed akan jauh lebih baik jika memangkas suku bunga saat tarif AS mulai bertransisi (melonggar!) ke dalam perekonomian," tulis Trump, seperti dikutip CNBC. Ia mendesak bank sentral agar melakukan sesuatu yang benar. "Lakukan hal yang benar. 2 April adalah Hari Pembebasan di Amerika!!!"
Pernyataan ini muncul hanya beberapa jam setelah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dipimpin Powell memilih untuk mempertahankan suku bunga utama tetap stabil. Namun, mereka mengindikasikan bahwa dua kali pemangkasan suku bunga kemungkinan akan terjadi pada akhir tahun ini, dengan asumsi pemangkasan dilakukan dalam kenaikan seperempat poin persentase seperti yang disukai para pembuat kebijakan.
Baca Juga
The Fed Tahan Suku Bunga Acuan, Masih Proyeksikan Dua Pemangkasan Tahun Ini
Referensi 2 April merujuk pada waktu pemerintahan akan mengungkap hasil studi mengenai perdagangan global, yang kemungkinan akan menghasilkan tarif tambahan guna menyeimbangkan apa yang dianggap sebagai ketidakadilan dalam perdagangan.
Dalam konferensi pers pasca-pertemuan, Powell beberapa kali menyinggung isu tarif, dengan menekankan ketidakpastian dampaknya terhadap ekonomi sebagai justifikasi atas sikap hati-hati The Fed saat ini. Selain itu, Powell menyatakan bahwa bea masuk dapat meningkatkan inflasi dalam jangka pendek, tetapi dampaknya akan berkurang seiring waktu.
"Saya pikir itu adalah skenario dasarnya. Namun, seperti yang saya katakan, kita sebenarnya tidak dapat mengetahuinya dengan pasti. Kita harus melihat bagaimana perkembangan yang sebenarnya," katanya.
Baca Juga
Ekonomi AS Kuat, Powell Isyaratkan The Fed Tak Akan ‘Terburu-buru’ Turunkan Suku Bunga
Namun, suku bunga yang lebih rendah bisa berpadu dengan tarif untuk mendorong inflasi lebih tinggi. Pasar memperkirakan The Fed akan menunggu hingga Juni sebelum memangkas suku bunga. Pemangkasan suku bunga The Fed juga tidak selalu langsung berdampak pada penurunan suku bunga pinjaman. Dalam skenario terbaik, suku bunga yang lebih rendah dapat membantu menopang kenaikan harga yang diperkirakan akan terjadi akibat tarif.
Berbeda dengan masa jabatan pertamanya, Trump sejauh ini mengambil pendekatan yang lebih lepas tangan terhadap kebijakan The Fed. Bahkan, Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan bahwa Gedung Putih lebih fokus menurunkan imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun untuk menekan biaya pinjaman jangka panjang, daripada mengendalikan suku bunga dana federal jangka pendek yang diatur oleh The Fed.
Pada masa lalu, Trump sering mengkritik Powell dan The Fed karena menaikkan suku bunga, bahkan pernah menyebut mereka sebagai "orang-orang bodoh" dan membandingkan Powell dengan pegolf yang tidak bisa melakukan putting.
Proyeksi The Fed pada hari Rabu menunjukkan pemangkasan suku bunga hingga satu poin persentase penuh dalam tiga tahun ke depan, dari tingkat suku bunga dana federal saat ini yang berada di kisaran 4,25%-4,5%.

