IHSG Sepekan Akhirnya Rebound Usai 3 Minggu Dilanda Koreksi Tajam, Net Sell mulai Turun!
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini berhasil ditutup torehkan penguatan sebanyak 34,30 poin (0,48%) menjadi 7.195,56. Penguatan mingguan ini merupakan pada November 2024 atau dalam empat pekan terakhir.
Berdasarkan data BEI, IHSG pekan 28 Oktober -1 November ditutup melemah 2,46% menjadi 7.505, IHSG pekan 4-8 November ditutup anjlok sebanyak 2,91% menjadi 7.287, dan IHSG pekan 11-15 November ditutup anjlok 1,73% menjadi 7.161.
Baca Juga
Wall Street Pesta Cuan di Akhir Pekan, Dow Akumulasi 400 Poin dan Cetak Rekor Baru
Penguatan indeks saham pekan ini didukung kenaikan sebanyak 341 saham, sebanyak 234 saham tak mengalami perubahan harga, dan sebanyak 370 saham mencatatkan penuruna. Meski IHSG pekan ini ditutup menguat kapitalisasi pasar (market cap) BEI masih turun tipis 0,08% menjadi Rp 12.053 triliun.
Laju IHSG dan Net Sell
Penguatan indeks pekan 18-22 November tersebut ditopang atas kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor teknologi 4,56%, sektor infrastruktur 2,03%, sektor materal dasar 1,25%, sektor consumer primer 2,22%, dan sektor energi 0,35%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor property, sektor consumer non primer, dan sektor industry.
Terkait aksi pemodal asing, BEI mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham oleh investor luar negeri masih berlanjut dengan total Rp 3,65 triliun pekan ini. Penyumbang terbesar masih datang dari saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 1,65 triliu dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1,16 triliun.
Baca Juga
Sebaliknya saham yang mencatatkan pembelian bersih (net buy) pemodal asing pekan ini, yaitu saham PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) Rp 145,98 miliar, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp 136,49 miliar, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 124,36 miliar.
Berdasarkan data net sell saham pekan ini juga mulai menunjukkan tren penurunan, dibandingkan tiga pekan sebelumnya, seperti pekan 28 Oktober-1 November Rp 2,64 triliun, pekan 4-4-8 November bernilai Rp 4,50 triliun, dan 11-15 November bernilai Rp 4,64 triliun.
Grafik IHSG November 2024

