Kembali Cetak Lonjakan Harga, Transaksi Saham PNSE dan DAAZ kembali Disuspensi
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara perdagangan saham PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) dan PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) pada perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (21/11/2024), dipicu berlanjutnya lompatan harga saham hingga kemarin.
Berdasarkan data perdagangan saham BEI, saham PNSE telah melesat sebanyak 200% menjadi Rp 1.360 dalam sebulan terakhir. Bahkan, perdagangan saham PNSE juga sempat dihentikan sementara.
Baca Juga
Meski IHSG Diprediksi Bergerak Bearish, Dua Saham Ini Layak Dipertimbangkan
Begitu juga dengan saham DAAZ telah melesat dari harga listing perdana Rp 880 menjadi Rp 4.150 atau melesat sebanyak 371,59% dalam tujuh hari transaksi. DAAZ tercatat sebagai saham pendatang baru dengan torehkan penguatan harga paling pesat tahun ini.
DAAZ sebelumnya telah menuntaskan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan melepas sebanyak 300 juta saham atau setara dengan 15,02% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Saham tersebut dilepas dengan harga Rp 880 per saham, sehingga total dana yang diraup mencapai Rp 264 miliar.
Baca Juga
DAAZ merupakan emiten perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan komoditas tambang, jasa angkutan laut, dan jasa pertambangan yang dicatatkan di papan utama BEI. Perseroan bersama dengan anak usahanya disebut didukung rantai pasokan yang terintegrasi dalam industri mineral, sehingga dapat meningkatkan efektivitias dan efisiensi bagi perseroan.
Terkait kinerja keuangan, hingga April 2024, perseroan menorehkan pendapatan sebanyak Rp 2,58 triliun dengan raihan laba bersih Rp 84,93 miliar, dibandingkan dengan April 2023 dengan torehan pendapatan Rp 2,49 triliun dan laba periode berjalan Rp 98,02 miliar.
Grafik Saham DAAZ dan PNSE

