Transaksi Saham PACK dan DAAZ Dibuka Kembali, Sebaliknya GGRP Disuspensi
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan saham PT Solusi Kemasan Digital Tbk (PACK) dan PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ). Sebaliknya saham PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) dihentikan sementara (suspend) mulai perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (20/11/2024).
Sebulumnya, saham PACK dan PACK-W dihentikan sementara lebih dari satu hari perdagangan BEI, seiring lompatan harga setelah diakuisisi PT Eco Energi Perkasa (EEP) mengakuisisi sebanyak 49% saham PACK yang berakibat terhadap perombahkan pengendali utama.
Baca Juga
Emiten Baru Daaz Bara Lestari (DAAZ) Optimistis Kejar Pertumbuhan 20% Tahun Ini
Usai aksi tersebut, saham emiten yang masih diperdagangkan di papan pemantauan khusus ini melesat lebih dari 213% dalam sebulan terakhir sebelum disuspensi. Saham PACK kini ditransaksikan di level Rp 116.
Hingga Juni 2024, PACK berhasil mencatatkan kenaikan penjualan dari Rp 25,87 miliar menjadi Rp 29,55 miliar. Sebaliknya laba usaha turun dari Rp 2,51 miliar menjadi Rp 2,26 miliar. Penurunan tersebut dipicu atas lompatan beban pokok penjualan.
Laba bersih tahun berjalan meningkat dari Rp 1,15 miliar menjadi Rp 1,29 miliar. Kenaikan tersebut dipengaruhi atas penurunan biaya keuangan dari Rp 1,07 miliar menjadi Rp 641 juta.
Baca Juga
Saham Solusi Kemasan (PACK) Melesat Berhari-Hari, Ternyata Ada Aksi Ini
Begitu juga dengan saham DAAZ, saham pendatang baru listing di BEI ini, telah melesat dari harga listing perdana Rp 880 menjadi Rp 3.330 atau melesat sebanyak 278,40 hanya dalam enam hari transaksi. DAAZ tercatat sebagai saham pendatang baru dengan torehkan penguatan harga paling pesat tahun ini.
DAAZ sebelumnya telah menuntaskan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan melepas sebanyak 300 juta saham atau setara dengan 15,02% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Saham tersebut dilepas dengan harga Rp 880 per saham, sehingga total dana yang diraup mencapai Rp 264 miliar.
Baca Juga
Gunung Raja Paksi (GGRP) Cetak Lompatan Laba Atribusi 594%, Ternyata Dipicu Faktor Ini
DAAZ merupakan emiten perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan komoditas tambang, jasa angkutan laut, dan jasa pertambangan yang dicatatkan di papan utama BEI. Perseroan bersama dengan anak usahanya disebut didukung rantai pasokan yang terintegrasi dalam industri mineral, sehingga dapat meningkatkan efektivitias dan efisiensi bagi perseroan.
Terkait kinerja keuangan, hingga April 2024, perseroan menorehkan pendapatan sebanyak Rp 2,58 triliun dengan raihan laba bersih Rp 84,93 miliar, dibandingkan dengan April 2023 dengan torehan pendapatan Rp 2,49 triliun dan laba periode berjalan Rp 98,02 miliar.
Sebaliknya, saham Gunung Raja Paksi (GGRP) dihentikan sementara hari ini setelah terjadi penurunan dalam lebih dari 66% dalam sebulan terakhir. Kemarin, saham GGRP ditransaksikan di level Rp 212.
Grafik Saham DAAZ, PACK, dan GGRP

