Pemodal Disarankan Pantau Tiga Sentimen Ini Sebelum Bertransaksi Saham Pekan Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) memperkirakan ada tiga sentiment utama yang perlu diperhatikan pemodal pekan ini. Ketiga sentiment tersebut menjadi factor utama penggerak indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini atau periode 18-22 November 2024.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan mengatakan, ketiga sentimen tersebut adalah The Fed yang mengisyaratkan akan menahan suku bunga, Asia Makro update, dan pergerakan investor asing.
Baca Juga
Adaro Energy (ADRO) Berganti Nama Jadi Alamtri Resources, Manajemen Ungkap Alasan Ini
Terkait sentimen The Fed, dia mengatakan, ada iysarat suku bunga ditahan yang ditunjukkan pernyataan Powell berselang sehari setelah rilis data inflasi AS pada Oktober 2024 yang menunjukkan kenaikan ke level 2,6% YoY, dibandingkan inflasi AS pada September 2024 yang berada level 2,4%. Kenaikan tersebut menandai berakhirnya tren penurunan inflasi dalam 6 bulan sebelumnya.
"Powell menegaskan bahwa The Fed masih menganggap inflasi berada pada jalur yang sustainable menuju level target 2%, sehingga memungkinkan bank sentral AS untuk menggerakkan tingkat suku bunga ke level yang lebih netral, yaitu tidak merangsang maupun membatasi pertumbuhan ekonomi," ujar David dalam keterangan resmi, Senin (18/10/2024).
Selain sentiment tersebut, dia mengatakan, pemodal perlu mencermati sentiment dari Bank Sentral China yang kemungkinan memutuskan untuk mempertahankan suku bunga setelah pemangkasan agresif dari keputusan bulan lalu. Karena lonjakan baru Dollar AS menekan Yuan dan membatasi kelonggaran untuk kebijakan yang lebih longgar di daratan.
Baca Juga
Kinerja Keuangan dan Operasional Bertumbuh, Begini Dampaknya terhadap Prospek Saham Blue Bird (BIRD)
Terakhir, David mengatakan, pemodal perlu terus memantau aksi jual (net sell) saham oleh pemodal asing yang terus berlanjut, seperti nilai net sell pekan lalu mencapai Rp 4,2 triliun di pasar reguler dengan penjualan terbesar di saham BBRI, BBCA, TLKM, ADRO, dan BMRI.
David menilai bahwa net sell asing memang mengalami penurunan, Jumat (15/11/2024) nilai penjualan asing terpantau di Rp 517 miliar. "Penurunan nilai outflow ini dapat mengindikasikan bahwa mayoritas tekanan jual telah terealisasi dan jangka pendek ada potensi muncul demand baru, terlebih melihat IHSG yang saat ini juga sudah dekat area support 7.000," jelasnya.
Mengacu pada sentimen tersebut, PT Indo Premier Sekuritas merekomendasikan tiga saham berikut untuk transaksi pekan ini.
PT Astra International Tbk (ASII)
Saham ASII ditargetkan menuju dengan target harga Rp 5.200. IPOT menilai emiten ini layak buy melihat rilis kinerja ASII yang mencatatkan laba bersih yang kuat pada 3Q24 sebesar Rp 10 triliun atau naik 21% secara tahunan (YoY) bahkan melampaui ekspektasi pasar. Di sisi lain, di tengah penjualan investor asing sekitar Rp 4.2 triliun di pasar reguler, net foreign flow tetap tercatat di saham ASII sebesar Rp 42 miliar di pasar reguler.
PT Blue Bird Tbk (BIRD)
Saham BIRD direkomendasikan Buy on Breakout dengan target harga Rp 2.330 Emiten ini meraup laba bersih sebesar Rp 442 miliar hingga kuartal III-2024 atau naik 20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy). IPOT mencermati dari sisi teknikal terlihat BIRD bergerak dalam fase uptrend dan ada potensi untuk breakout dari flag pattern, dimana ini merupakan bullish continuation.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
Saham BREN direkomendasikan buy on Pullback dengan target harga Rp 7.275 . Melihat besarnya potensi pada green energy, IPOT mencermati BREN menjadi salah satu pilihan saham yang layak dikoleksi. Hal ini juga sejalan dengan program pemerintah yaitu swasembada energi, dimana BREN memiliki hak untuk memasok uap panas bumi ke banyak perusahaan dan salah satunya adalah PT Pertamina Geothermal Energy.
Grafik IHSG

