Analis Ungkap Kolaborasi TikTok -Tokopedia Solusi Menguntungkan, Begini Dampaknya bagi GOTO
JAKARTA, investortrust.id - Kolaborasi dengan Tokopedia dinilai sebagai skenario paling menguntungkan bagi TikTok, dibandingkan dengan platform e-commerce lainnya. Sedangkan skenario tersebut akan menjadi sentimen positif terhadap saham induk usaha PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
“Kami menilai bahwa kolaborasi TikTok dan Tokopedia ini akan menjadi skenario yang saling menguntungkan. Bagi GOTO bisa menjadi katalis positif saham di tengah potensi peningkatan pendapatan,” tulis Macquarie dalam riset terbaru, Rabu (29/11/2023).
Sekuritas itu juga menyebutkan bahwa kolaborasi potensial TikTok dengan GOTO bisa menjadi situasi saling menguntungkan didukung rekam jejak GOTO sebagai juara lokal dengan pemegang saham yang terhubung dengan baik.
Baca Juga
Saham ARTO dan GOTO Kompak Melesat, Penguatan bakal Berlanjut?
"Perkembangan ini tampaknya menyiratkan kecilnya kemungkinan TikTok untuk bisa mendapatkan lisensi e-commerce terpisah. Oleh karena itu, kami berpandangan bahwa perlu bermitra dengan pemain lokal,” terangnya.
Adapun bagi pemerintah, sekuritas ini menyebutkan, kesepakatan ini dapat menghasilkan pendapatan pajak tambahan dan lebih banyak investasi dari TikTok di Indonesia. CEO TikTok sebelumnya menyatakan bahwa perusahaan berencana untuk menginvestasikan miliaran dolar di Indonesia dan negara lain.
Pandangan positig juga datang dari JP Morgan yang dipimpin oleh Head of Indonesia Research & Strategy Henry Wibowo menyatakan, rival bisa menjadi teman, jika kepentingannya selaras. Dengan demikian kolaborasi TikTok dan Tokopedia bisa terjadi.
"Menurut pandangan kami, bagaimana potensi kesepakatan dapat membentuk kembali lanskap kompetitif dan apakah hal tersebut akan berdampak positif bagi GOTO akan bergantung pada struktur kesepakatan, valuasi, kesepakatan komersial, dan sharing economy," ujarnya
Baca Juga
GOTO Kucurkan Pinjaman ke Perusahaan Sepeda Motor Listrik Ini
Sebelum dilarang beroperasi di Indonesia, TikTok mampu menghasilkan trafic yang signifikan untuk bisnis e-commerce dan dengan cepat mengembangkan GMV. Menurut JP Morgan, kemampuan ini dapat menguntungkan Tokopedia dan membantunya mendapatkan momentum pertumbuhan dibandingkan pesaing.
"Namun, e-commerce melalui media sosial terbukti mahal di ASEAN dan pertumbuhan GMV dapat mengakibatkan bakar uang secara berkelanjutan. Dengan perdagangan saham berdasarkan prospek pendapatan (khususnya berfokus pada peningkatan profitabilitas), peningkatan ekspektasi kerugian dapat membebani valuasi GOTO," tulis riset tersebut.
Sebelumnya Bloomberg melaporkan beberapa orang eksekutif menyatakan TikTok sedang mengupayakan untuk melakukan investasi ke Tokopedia, yang merupakan sayap e-commerce dari GOTO. Investasi tersebut diharapkan selesai dalam beberapa pekan ke depan.
Investasi langsung dari TikTok ini akan mendorong lahirnya perusahaan joint venture dengan Tokopedia, kata salah satu eksekutif yang orang yang tidak ingin disebutkan namanya karena informasi tersebut bersifat pribadi.
Baca Juga
Peluang Koreksi IHSG Terbuka, Danareksa Sekuritas Jagokan Saham Ini
Pembicaraan antara TikTok dan Tokopedia telah mencapai ide untuk bersama-sama membangun sebuah platform e-commerce baru, kata beberapa sumber lainnya.
TikTok Shop, unit e-commerce TikTok, terpaksa menghentikan operasi di Indonesia setelah terbitnya Permendag 31 tahun 2023 yang melarang media sosial dan e-commerce berada dalam satu perusahaan yang sama. TikTok Shop menjadi disruptor dari e-commerce di Indonesia dengan keunggulan live streaming yang memancing banyak netizen membeli barang secara impulsif.
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan dirinya mendapatkan informasi bahwa TikTok sudah berbicara dengan beberapa pemain e-commerce lokal. "Beberapa perusahaan e-commerce telah berbicara dengan Tiktok,” kata Teten, belum lama ini.

