Sumber Global Energy (SGER) Klaim Bakal Bangun Pabrik Hydrogen Peroxide Kedua Terbesar
JAKARTA, Investortrust.id – PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) mengaku akan membangun pabrik hidrogen peroksida (H2O2) dengan kapasitas 20.000 metrik ton (100% konsentrasi) atau 40.000 metrik ton (50% konsentrasi) per tahun. Pembangunan pabrik melalui PT Hidrogen Peroxida Indonesia (HPI) ini diklaim jadi salah satu yang terbesar di Indonesia.
Pabrik tersebut akan dibangun di daerah Merak, Banten, bermitra dengan PT Sulfindo Adiusaha, dengan kepemilikan saham 10%.
“Kapasitas tersebut menjadikan pabrik Hidrogen Peroxida Indonesia sebagai pabrik H2O2 kedua terbesar di Indonesia setelah PT Evonic Peroxide,” terang Direktur Utama Sumber Global Energy Welly Thomas secara tertulis, Selasa (12/12/2023).
Baca Juga
Manajemen menginformasikan, kebutuhan bahan baku utama Pabrik HPI, yaitu hidrogen (H2) akan dipasok sepenuhnya oleh PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk (BMSR). BMSR adalah penyalur tunggal domestik produk-produk kimia dari PT Sulfindo Adiusaha.
Welly mengatakan, pembangunan pabrik tersebut dalam rangka memenuhi kebutuhan Indonesia akan H2O2, yang total impornya diperkirakan mencapai 40.000 metrik ton dengan konsentrasi 50% pada 2023.
Sedangkan permintaan hidrogen peroksida di Asia Tenggara diperkirakan akan terus pulih, terutama permintaan dari sektor tekstil dan kimia. Permintaan hydrogen peroxide dari Asia Tenggara pun diperkirakan tumbuh 4,5% per tahun sampai tahun 2030. Taraf ini, di atas pertumbuhan PDB regional sebesar 4% pada periode sama.
“Hydrogen peroxide adalah bahan kimia ramah lingkungan yang bisa digunakan untuk berbagai sektor, mulai dari pulp and paper, tekstil, hingga pertambangan,’ ujar Welly.
Baca Juga
Sumber Global Energy (SGER) Tingkatkan Modal Dasar Jadi Rp 800 Miliar
Di pertambangan emas misalnya, hydrogen peroxide digunakan untuk memastikan konsentrasi oksigen terlarut dalam meningkatkan efisiensi pencucian emas. Hydrogen peroxide juga digunakan dalam produksi pertambangan uranium dan logam lainnya.
“Dengan beroperasinya pabrik hydrogen peroxide milik SGER, kami berharap dapat meraih lebih banyak lagi kontribusi pendapatan dari sektor pertambangan, kimia, dan tekstil,” tambah Welly.
Kontrak engineering procurement dan construction (EPC) proyek pabrik tersebut akan ditandatangani selambat-lambatnya pada Februari 2024 dengan target penyelesaian untuk operasional secara komersial pada Oktober 2025. (CR-10)

