Laba Atribusi Kalbe Farma (KLBF) Naik 15,2% hingga Kuartal III-2024, Nilainya Jadi Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membukukan kenaikan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 15,2% dari Rp 2,06 triliun menjadi Rp 2,37 triliun.
Manajemen KLBF dalam rilis laporan kinerka keuangan hingga kuartal III-2024, Rabu (30/10/2024), menyebutkan bahwa pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan penjualan bersih dari Rp 22,56 triliun menjadi Rp 24,23 triliun.
Baca Juga
Saham SIDO dan KLBF Dinilai Undervalued, Target Harga Sahamnya Dikerek
Laba bruto juga meningkat dari Rp 8,90 triliun menjadi Rp 9,51 triliun. Perseroan juga mencatatkan kenailan laba sebeul pajak penghasilan dari Rp 2,65 triliun menjadi Rp 3,09 triliun. Kenaikan tersebut menjadikan laba periode berjalan perseroan bertumbuh adri Rp 2,07 triliun menjadi Rp 2,39 triliun.
Dengan kenaikan tersebut, laba per saham dasar KLBF terdampak peningkatan dari Rp 44,39 per saham menjadi Rp 51,34 per saham.
Sebelumnya, BRI Danareksa Sekuritas telah merevisi naik target harga saham Kalbe Farma (KLBF) direvisi naik dari Rp 1.600 menjadi Rp 1.800. Revisi tersebut mempertimbangkan peluang kenaikan margin keuntungan pada paruh kedua tahun ini sejalan dengan penurunan harga bahan baku.
Baca Juga
Seiring dengan potensi peningkatan margin keuntungan, laba bersih perseroan direvisi naik dari semula Rp 2,85 triliun menjadi Rp 3,26 triliun. Proyeksi pendapatan juga direvisi naik tipis dari Rp 32,42 triliun menjadi Rp 32,93 triliun. Perkiraan margin keuntungan direvisi naik dari semula 8,8% menjadi 9,9%.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Natalia Sutanto menyebutkan, potensi pertumbuhan margin keuntungan perseroan terlihat dari berlanjutnya kenaikan pendapatan semester I-2024, efisiensi operasional, dan normalisasi inventori.
Grafik Saham KLBF

