IHSG Lagi-lagi Ditutup di Zona Merah, Saham Sektor Bank Kembali Berguguran
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (29/10/2024), ditutup melemah sebanyak 28,03 poin (0,37%) menjadi 7.606,60. Pergerakan indeks dalam rentang 7.587-7.666 dengan nilai transaksi Rp 8,79 triliun.
Pelemahan indeks dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti saham sektor energi 1,01%, sektor industri 0,87%, sektor keuangan 0,50%, sektor material dasar 0,30%, dan sektor transportasi 0,42%. Sebaliknya penugatan melanda saham sektor infrastruktur 1,02%, sektor kesehatan 0,76%, sektor konsumer non primer 0,72%, sektor teknologi 0,74%, dan sektor properti 0,49%.
Baca Juga
Meski IHSG ditutup di zona merah, dua saham tetap melesat hingga ditutup auto reject atas (ARA) PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) naik 25% menjadi Rp 490 dan saham PT Sona Tourism Industry Tbk (SONA) melesat 19,86% menjadi Rp 8.600.
Penguatan pesat juga melanda saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) naik 23,31% menjadi Rp 69, PT Lenox Pasifik Investama Tbk (LPPS) naik 18,60% menjadi Rp 102, dan PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) menguat 20,59% menjad Rp 123.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam, yaitu saham PT Steady Safe Tbk (SAFE), PT Dyandra Media International Tbk (DYAN), PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII), PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS), dan PT Citra Tubindo Tbk (CTBN).
Baca Juga
Saham Singaraja (SINI) Melesat 360% hingga Disuspensi, tapi Kinerja Keuangan Terpuruk hingga Merugi
IHSG kemarin ditutup anjlok sebanyak 60,03 poin (0,78%) menjadi 7.634,63. Pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 250,15 miliar, yaitu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 259,42 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 208,61 miliar, dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) Rp 48,25 miliar.
Koreksi kemarin dipengaruhi atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor infrastruktur 1,34%, sektor teknologi 1,48%, sektor keuangan 0,85%, sektor sektor kesehatan 0,86%, sektor energi 0,56%, dan sektorn konsumer non primer 0,07%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor material dasar, industri, konsumer primer, dan sektor properti.
Grafik IHSG

