Analis Kerek Target Harga Saham BBNI ke Level 6.710, Cek Katalis Pendukungnya
JAKARTA, investortrust.id - Sejumlah sekuritas memberikan rekomendasi beli (buy) pada saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), yang didorong kenaikan net interest margin (NIM) dan cost of kredit (COC) yang stabil.
RHB Sekuritas bahkan menaikan target price saham BBNI ke level Rp 6.710 dari sebelumnya Rp 6.220 per saham. Sementara BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan peringkat beli dengan target harga yang tidak berubah sebesar Rp 7.600 per saham.
"Hasil kuartal III-2024 memenuhi ekspektasi, dengan ekspansi NIM berurutan yang kuat pada imbal hasil pinjaman yang lebih tinggi dan pelonggaran biaya deposito menjadi sorotan Utama," tulis riset analis RHB Sekuritas, David Chong dan Andrey Wijaya pada Senin, (28/10/2024).
Selain itu, prospek dan inisiatif manajemen termasuk permintaan pinjaman yang sehat, potensi kondisi likuiditas untuk meningkat, dan upaya untuk menumbuhkan deposito berbiaya rendah menurut RHB Sekuritas menggambarkan Bank Negara Indonesia sebagai pilihan sektor pilihan secara positif.
Baca Juga
Meski IHSG Melemah, Asing Lanjut Borong Saham BBNI, ADRO, hingga BMRI
Sejalan dengan RHB Sekuritas, Analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis menilai laba bersih kuartal III-2024 yang kuat mendukung peningkatan NIM dan COC yang stabil.
"Meskipun sejalan dengan harapan kami, kinerja kuartal III-2024 BBNI patut dipuji karena tren NIM positif. Kami telah mengantisipasi NIM tahun 2024 BBNI sebesar 4,14% dalam perkiraan kami," papar riset mereka Senin (28/10/2024).
Sebagai informasi laba bersih BNI untuk periode sembilan bulan yang berakhir September 2024 mencapai Rp 16,3 triliun atau meningkat 3,43% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 15,89 triliun. Kenaikan ini didorong oleh pulihnya pendapatan operasional dan kualitas aset yang terjaga dengan baik.
Selain itu pada tahun 2024 ini pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI terutama berasal dari pertumbuhan tabungan ritel, sejalan dengan program transformasi struktur pendanaan.
Baca Juga
Hal ini berdampak pada perbaikan Cost of Fund (CoF) BNI yang tercermin pada rasio net interest margin (NIM) kuartal III-2024. Pertumbuhan ini didukung oleh program terstruktur perusahaan, termasuk digitalisasi aplikasi mobile terbaru, wondr by BNI serta transformasi jaringan cabang yang berfokus pada sales culture.
Rasio NIM perseroan tercatat naik 40 bps secara kuartalan menjadi 4,4% ditopang oleh perbaikan yield kredit maupun penurunan biaya dana. Sedangkan pertumbuhan fee income didorong oleh pendapatan loan recovery, trade finance, dan transaksi pembayaran melalui aplikasi wondr by BNI yang terus meningkat.
Grafik Harga Saham BBNI:

