Dua Sentimen Ini Berpotensi Lambungkan Saham Sektor Properti, Apa Saja?
JAKARTA, Investortrust.id – Performa keuangan dan saham emiten properti diperkirakan cenderung menguat dalam jangka panjang. Penguatan tersebut didukung dua sentimen positif terkait relaksasi pembiayaan properti dan pembebasan PPN.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano mengatakan, BI sebelumnya menyebutkan akan melanjutkan relaksasi LTV/FTV kredit properti untuk semua segmen, seperti rumah tapak, apartemen, dan komersial. Relaksasi kredit ini ditargetkan mulai terealisasi awal tahun depan.
Baca Juga
Saham Properti Naik Seiring Insentif Pemerintah, akankah Berlanjut?
Sentimen positif lainnya, terang dia, datang dari keputusan pemerintah untuk membebaskan PPN pembelian properti berharga maksimal Rp 2 miliar. Pemerintah juga memberikan subsidi biaya administrasi pembelian properti bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Relaksasi LTV/FTV akan berimbas positif terhadap emiten sektor properti di tengah kenaikan tingkat suku bunga. Kebijakan tersebut tentu memberikan ruang lebih besar bagi bank untuk menyalurkan kredit kepemilikan rumah,” tulisnya dalam riset harian, Rabu (25/10/2023).
Baca Juga
Jokowi Beri Insentif kepada Sektor Properti, Diputuskan Sore Nanti
Terkait pembebasan PPN pembelian rumah, dia mengatakan, kemungkinan menyasar penjualan rumah non subsidi. Hal ini akan berimbas positif terhadap emiten properti dan tentu terhadap perekonomian nasional.
Terkait pergerakan saham sektor properti, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan, indeks sektor properti lanjut naik hampir 1%. Kenaikan juga melanda hampir seluruh saham emiten properti, seperti saham CTRA, ASRI, dan PWON.

