Emiten Infrastruktur Grup Salim (META) Timbang Akuisisi Tol Waskita, Begini Syaratnya
JAKARTA, investortrust.id – Pengembang infrastruktur milik Grup Salim, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) menyatakan minat mengakuisisi tol milik PT Waskita Karya Tbk (WSKT).
Diketahui, saat ini WSKT menguasai setidaknya 10 ruas tol, sebagian sedang dijajakan kepada investor strategis, salah satunya ruas Pemalang – Batang.
Direktur PT Nusantara Infrastructure Tbk Omar Dany Hasan, mengatakan, pihaknya selalu melihat peluang pertumbuhan lewat akuisisi, selama aset yang ditawarkan memiliki daya tarik bagi Perseroan.
Baca Juga
Kuartal III-2023, BBTN Salurkan Pembiayaan UMKM Rp 3,5 Triliun
“Akuisisi merupakan salah satu growth strategy. Tapi paling utama yang harus dilihat seberapa jauh potensi perusahaan tersebut dapat memberikan kontribusi positif (bagi META). Pertama kita ingin minimal memiliki 40% atau lebih tinggi. Jadi dalam bisnis toll road kita list dan kita akan terus explore,” papar Dany Hasan saat ditanya minat META terhadap divestasi ruas tol Waskita Karya dalam acara Paparan Publik Insidentil META yang berlangsung secara daring dari Jakarta, Selasa (10/10/2023).
Sementara terkait kelanjutan pengembangan proyek JORR Elevated ruas Cikunir – Ulujami senilai Rp 21,26 triliun. Dany mengatakan saat ini pihaknya telah membentuk perusahaan patungan bernama PT Jakarta Metro Ekspressway.
Pada perusahaan baru yang didirikan pada 13 September 2023 tersebut, META mengambil porsi saham 85%, sementara PT Adhi Karya Tbk (ADHI) memegang 10% dan PT Acset Indonusa Tbk dengan kepemilikan 5%.
Pengembangan JORR Elevated merupakan proyek jangka panjang, bahkan telah dijajaki Perseroan bersama konsorsium pada tahun 2018, sampai akhirnya konsorsium META, ADHI dan ACST dinyatakan sebagai pemenang tender proyek tersebut.
Setelah pendirian PT Jakarta Metro Ekspressway, dikatakan Dany, proses yang saat ini berjalan adalah pembahasan aspek komersial proyek antara konsorsium dengan BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT),” urai Hasan.
Baca Juga
Nusantara Infrastructure (META) Incar Pertumbuhan 12%, Ini Pendorongnya
Diketahui, kabar tentang proyek JORR Elevated sempat membuat harga saham META bergerak sangat volatile di pasar saham, sampai akhirnya Bursa Efek Indonesia memutuskan melakukan suspensi saham META di pasar regular dan pasar negoisasi pada 3 Oktober 2023.
Sejak kabar pendirian PT Jakarta Metro Ekspressway, saham META tercatat melonjak lebih dari 147%, sampai akhirnya disuspensi pada harga Rp 280 untuk tujuan cooling down.
Pembukaan suspensi telah dilakukan BEI pada 4 Oktober 2023, dan pada penutupan perdagangan, Selasa (10/10/2023), saham META tercatat bertengger di Rp 216 per saham, turun 7,69% dari harga perdagangan sehari sebelumnya.
“Proyek JORR Elevated sebenarnya bukan berita baru, sudah muncul sejak 2018 dan semua prosesnya telah kami sampaikan ke public melalui keterbukaan informasi di BEI,” papar Dany Hasan.
Pada kesempatan yang sama Direktur META, Ridwan Irawan, menyampaikan selain jalan tol, pihaknya focus pada dia lini bisnis lainnya, yaitu energi terbarukan dan water treatment. Ekspansi akan dilakukan pada tiga fokus bisnis tadi.
Khusus bisnis energi terbarukan, META juga terus aktif mencari peluang pengembangan usaha khususnya proyek PLTA, PLTS dan Biomassa. “Berbagai peluang baik proyek greenfield maupun potensi akuisisi pembangkit yang sifatnya sudah beroperasi kami akan explore,” imbuhnya.

