Harga Emas Tertekan Lesunya Data Ekonomi China
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas dunia melemah di tengah lesunya data ekonomi China. Ditahui negara Tirai Bambu tersebut merupakan salah satu konsumen terbesar emas dunia.
Mengutip Bloomberg.com, harga emas dunia di pasar spot pukul 12.45 WIB berada di posisi US$ 2.640,91 per troy ons atau turun 7,63 poin (0,29%).
Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX), Biro Statistik Nasional (NBS) pada hari Minggu (13/10/2024), menunjukan, Indeks Harga Konsumen secara tak terduga mereda pada September, naik 0,4%. Ini merupakan kenaikan paling lambat dalam tiga bulan terakhir, namun sebaliknya Indeks Harga Produsen turun 2,8% yang sekaligus merupakan laju penurunan tercepat dalam enam bulan.
Baca Juga
Pendaftaran Telkom DigiUP 2024 Tutup Hari Ini, Telkom Ajak Pelajar Kembangkan Talenta Digital
Pelaku pasar menilai, ekonomi terbaru China tengah menghadapi tekanan deflasi yang berpotensi membebani pemulihan pertumbuhan ekonominya. Selain itu, ekspor China naik 2,4% pada bulan September, jauh di bawah 8,7% pada bulan sebelumnya dan perkiraan 6,0%.
"Perlambatan tersebut menyebabkan neraca perdagangan sebesar US$ 81,71 miliar, yang mengindikasikan tekanan yang lebih luas pada ekonomi kedua di dunia," ulas riset tersebut, Selasa (15/10/2024).
Di sisi dolar Amerika Serikat, serangkaian data AS pada pertemuan sebelumnya telah menunjukkan perekonomian tetap tangguh dan mengalami sedikit perlambatan, sementara inflasi pada bulan September naik sedikit lebih tinggi dari perkiraan, menyebabkan para pelaku pasar mengurangi perkiraan penurunan suku bunga besar-besaran oleh The Fed yang semakin menekan kinerja emas tanpa imbal hasil.
Di samping itu, Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan pada hari Senin, bahwa data pekerjaan baru-baru ini menunjukkan pasar tenaga kerja tidak melemah dan jalur kebijakan akan didorong oleh data kinerja ekonomi.
Baca Juga
Tiga Saham Emiten Teknologi Ini Direkomendasikan Beli, Potensi Cuan Sampai 153%
Fokus pasar ke depan memantau komentar pejabat Fed Minggu ini, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai penurunan suku bunga mendatang, bersama dengan data penjualan ritel AS.
Saat ini harga emas menurun dengan support beralih ke area US$ 2.630 dan resistance berada di area US$ 2.685. Sedangkan support terjauhnya berada di area US$ 2.580 - US$ 2.540, sementara untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.720 - US$ 2.755.

