Ketegangan Geopolitik hingga Ekspektasi Suku Bunga AS Dorong Kenaikan Emas
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas kembali bangkit setelah data inflasi Amerika Serikat memperkuat prospek penurunan suku bunga pada bulan November 2024.
Berdasarkan Bloomberg.com Senin, (14/10/2024), harga emas di pasar spot pukul 13.11 WIB terpantau berada di posisi US$ 2.657,93 per troy ons atau naik 1,34 poin (0,05) dari posisi akhir pekan lalu.
Menurut riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX), data ekonomi AS pada hari Jumat, (11/10/2024) melaporkan Indeks Harga Produsen (IHP) umum tetap datar pada basis bulanan. Sementara inflasi produsen inti tumbuh 0,2%.
“Namun, IHP umum dan inti tahunan naik lebih cepat dari yang diperkirakan. IHP yang datar pada bulan September, mengindikasikan prospek inflasi yang masih menguntungkan dan mendukung spekulasi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada bulan November,” tulis riset tersebut, Senin (14/10/3024).
Baca Juga
Galeri 24 by Pegadaian, Hadirkan Pilihan Investasi Aman dengan Emas Batangan
Hal ini menyusul data AS pada hari Kamis (10/11/2024) yang menunjukkan AS harga konsumen naik sedikit lebih besar dari perkiraan bulan lalu, namun kenaikan inflasi tahunan merupakan yang terkecil dalam lebih dari 3,5 tahun.
Selain itu, dalam riset tersebut disebutkan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah memicu kekhawatiran yang lebih luas di wilayah tersebut, sehingga mendorong aset safe haven.
Pada berita yang beredar, di hari Minggu, empat tentara Israel tewas dan lebih dari 60 orang terluka akibat serangan pesawat tak berawak di Israel bagian utara-tengah.
Di samping itu, tekanan deflasi China meningkat di bulan September. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara tak terduga menurun di bulan September, sementara IHP turun lebih dari yang diharapkan selama periode yang sama.
Baca Juga
“Tekanan deflasi yang terus berlanjut di China kemungkinan memberikan tekanan pada kinerja emas mengingat China merupakan konsumen emas terbesar di dunia,” ulasnya.
Riset ICDX menyebut saat ini harga emas meningkat dengan support ke area US$ 2630 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.685. Sementara support terjauhnya berada direntabg US$ 2.580 - US$ 2.540, sedangkan untuk resistance terjauhnya berada dikisaran area US$ 2.720 - US$ 2.755.

