Investor Asing Lanjut Net Sell, tapi Nilainya Turun Drastis
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 88,85 miliar, meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (11/10/2024), ditutup rebound sebanyak 40,52 poin (0,54%) menjadi 7.520,60.
Net sell terbanyak melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Astra International Tbk (ASII) Rp 107,29 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 95,19 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 59,46 miliar, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) Rp 44,99 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 30,40 miliar.
Baca Juga
Soal Merger Bank MNC dan Bank Nobu, OJK Ungkap Tidak Ingin Gunakan Paksaan
Sebaliknya lima saham ini catatkan pembelian bersih (net buy), yaitu saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Rp 89,03 miliar, PT Timah Tbk (TINS) Rp 55,88 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 32,97 miliar, PT Bumi Resource Minerals Tbk (BRMS) Rp 29,50 miliar, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 27,58 miliar.
Terkait penguatan indeks hari ini ditopang lompatan saham sektor property sebanyak 3,04% jauh mengungguli saham sektor lainnya, seperti sektor material dasar 1,57%, sektor kesehatan 1,71%, sektor infrastruktur 1,09%, sektor energi 0,63%, dan sektor keuangan 0,25%.
Baca Juga
Jelang IPO Saham, Entitas Chandra Asri Ini Gandeng Pertamina Shipping Jajaki Peluang Bisnis
Sedangkan saham dengan penguatan paling pesat dibukukan, saham PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) naik 24,43% menjadi Rp 4.380, PT Indo American Seafoods Tbk (ISEA) sebanyak 17,50% menjadi Rp 94, PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) naik 14,78% menjadi Rp 132, PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) naik 13,85% menjadi Rp 148, dan PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) 13,56% menjadi Rp 67.
Sebaliknya lima saham dengan penurunan paling dalam dibukukan saham berikut, yaitu saham PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK), PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE), PT Inter Delta Tbk (INTD), PT Ifishdeco Tbk (IFSH), PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS), dan PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK).

