Habco (HATM) Stop Kontrak Sewa Kapal Milik Cakra Buana (CBRE), Ini Penyebabnya
JAKARTA, investortrust.id – Emiten penyedia jasa angkutan laut, PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) resmi memutus kerja sama sewa menyewa kapal dengan PT Cakra Buana Resources Energi TBK (CBRE).
Diketahui, bentuk kerja sama yang sudah berjalan selama 4 bulan terakhir adalah time charter, di mana Perseroan menyewa 1 unit kapal milik CBRE bernama MV. Majestic Laksono.
Sekretaris Perusahaan HATM Antonius Limbong mengatakan, tujuan Perseroan menyewa kapal tersebut untuk menambah kapasitas angkut Perseroan dan mengakomodir kebutuhan pasar akan angkutan komoditi sehingga diharapkan berpotensi menambah pendapatan dan laba Perseroan.
‘’Namun kerja sama yang awalnya diproyeksikan berlangsung selama 10 tahun harus dilakukan terminasi dikarenakan kondisi kapal MV Majestic Laksono yang mengalami kerusakan, sejak tanggal 30 Juli 2024 sampai dengan waktu terminasi tersebut dilakukan (4 Oktober 2024),’’ ulasnya dalam keterangan tertulis yang dikutip, Jumat (11/10/2024).
Baca Juga
Target Kinerja Meleset, RUNS Evaluasi Mitra Kerja dan Angkat Komisaris Baru
Kerusakan-kerusakan pada kapal menyebabkan keadaan kapal menjadi tidak layak sehingga tidak dapat melakukan operasional. Kondisi tersebut juga berdampak pada tidak tercapainya target operasi MV. Majestic Laksono yang telah disepakati oleh Perseroan dan CBRE di dalam perjanjian time charter.
‘’Dengan demikian, maka terminasi dilakukan sebagai mitigasi dan langkah Perseroan untuk mencegah potensi kerugian yang dapat membesar,’’ katanya.
Selanjutnya Perseroan akan menyediakan kapal pengganti sehingga kebutuhan para pelanggan tetap akan dapat diakomodir dengan baik, dan Perseroan tidak kehilangan potensi pendapatan.
Baca Juga
Habco (HATM) Bidik Laba Bersih Rp 238 Miliar 2024, Siap Tambah Armada Baru
Sebagai catatan PT Habco Trans Maritima Tbk adalah sebuah perusahaan yang memiliki bidang usaha pengangkutan laut dalam negeri untuk barang umum. Perseroan yang berdomisili di Pekanbaru ini berdiri sejak tahun 2019 dan baru melakukan kegiatan operasionalnya pada tahun 2021.
Dalam rangka mengembangkan usahanya, Perseroan melantai di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2022 dengan kode saham HATM. Saat ini Perseroan sudah memiliki 5 unit kapal bulk carrier.
Grafik Harga Saham HATM dan CBRE:

