Ekspansi Segmen Offshore, Cakra Buana (CBRE) Beli Kapal Rp 1,6 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) berencana membeli armada kapal jenis pipe laying & lifting vessel bermaa Hai Long 106 senilai US$ 100 juta atau setara dengan Rp 1,6 triliun. Pendaan bersumber dari penerbitan promosory notes.
Manajemen CBRE dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (23/10/2025), menyebutkan bahwa pembelian tersebut bagian dari strategi perluasan bidang usaha penunjang offshore dan energi kelautan. Kapal dengan kapasitas angkut 40.612 gross tonnage memungkinan penangangkutan dan penanganan muatan berat dalam skala besar.
Baca Juga
Trump Terus Tekan Moskow, Brent Melonjak Tembus US$65 per Barel
“Sumber pendanaan atas rencana transaksi akan dilakukan dari kas perseroan dan fasilitas pembiayaan dari pihak ketiga. Rencana Transaksi bertujuan untuk memperluas segmen usaha dari sebelumnya didominasi kapal jenis bulk carrier menjadi kapal untuk mendukung aktivitas konstruksi lepas pantai,” tulisnya dalam pengumuman resmi tersebut.
Manajemen CBRE menyebutkan bahwa armada baru tersebut akan digunakan secara komersial dalam skema kerjasama operasional atau sewa guna usaha dengan mitra strategis yang sedang membutuhkan layanan pendukung kegiatan operasional lepas pantai (offshore), seperti pemasangan pipa bawah laut (sub pipe lying), operasi pembangkit listrik laut (offshore wind farm support), mobilisasi alat berat, atau pendukung logistik kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi.
Langkah tersebut diharapkan mendukung sumber pertumbuhan pendapatan baru yang lebih menarik dan keuntungan margin yang lebih tinggi ke depan.
Baca Juga
IHSG Bisa Cetak Rekor Baru, Tiga Saham Dipimpin UNTR Layak Dilirik
Pembayaran pembelian kapal tersebut dilakukan secara bertahap, yaitu sebanyak 55% sebagaian uang muka dibayarkan dengan menggunakan dana hasil penerbitan promisory notes dengan total US$ 30 juta. Di antaranya, penerbitan promisory notes sebanyak US$ 11 juta kepada Yafin Tandiono Tan, sebanyak US$ 6,5 juta kepada PT Superkrante Mitra Utama Tbk , dan sebanyak US$ 12,5 juta kepada PT Saga Investama Sedaya.
Pembayaran selanjutnya senilai US$ 25 juta dilakukan setelah CBRE meraih restu pemegang saham melalui RUPSLB untuk transaksi tersebut. Mekisme tetap melalui penerbitan promisory notes dengant otal US$ 25 juta. Adapun sisanya sebanyak US$ 45 juta akan dibayarkan perseroan paling lambat sebelum 31 Desember 2025.
Sedangkan berdasarkan data transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI), saham CBRE telah melesat lebih dari 1.848% menjadi Rp 1.325 dalam tiga bulan terakhir. CBRE tercatat sebagai saham dengan kenaikan harga paling pesat selama tiga bulan terakhir.

