IHSG Sesi I Anjlok 71 Poin, Saham Prajogo Jatuh Sebaliknya Emiten Bakrie Melesat
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (2/10/2024), ditutup amblas sebanyak 71,06 poin (0,93%) menjadi 7.571. Pergerakannya dalam rentang 7.564-7.643 dengan nilai transaksi Rp 6,78 triliun.
Koreksi tersebut dipicu atas kejatuhan sejumlah sektor saham, seperti sektor consumer primer 1,33%, sektor consumer non primer 1,23%, sektor infrastruktur 1,63%, sektor transportasi 1,56%, sektor property 1,19%, dan sektor keuangan 0,96%. Sebaliknya kenaikan hanya melanda saham sektor material dasar 1,04% dan sektor energi 0,57%.
Baca Juga
Walaupun IHSG anjlok, saham PT Inter Delta Tbk (INTD) justru berhasil naik hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 34,01% menjadi Rp 264. Kenaikan juga melanda saham PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) naik 13,17% menjadi Rp 550, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menguat 12,80% menjadi Rp 282, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) naik 11,71% menjadi Rp 248, dan PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) naik 9,17% menjadi Rp 131.
Sebaliknya beberapa saham dengan pelemahan paling pesat, yaitu saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Green Power Group Tbk (LABA), PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), dan PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Kejatuhan juga melanda saham emiten Prajogo Pangestu, yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
Baca Juga
Ketum Kadin Anindya N Bakrie Bertemu Menko Airlangga, Bahas Kontribusi Kadin untuk Pemerintahan Baru
Kemarin, IHSG melesat sebanyak 114,2 poin (1,52%) menjadi 7.642,13. Pemodal asing kembali berbalik mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 509,41 miliar dengan saham pilihan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 116,88 miliar, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) Rp 112,31 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 96,46 miliar.
Lompatan itu ditopang kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor energi melambung 2,50%, sektor material dasar 2,19%, sektor property 1,02%, sektor consumer non primer 0,81%, sektor keuangan 0,32%, dan sektor industry 0,64%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan 0,02%.
Grafik IHSG

