Dana Kelolaan STAR Asset Management Bakal Tembus Rp 18 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Chief Executive Officer (CEO) PT Surya Timur Alam Raya (STAR) Asset Management, Reita Farianti optimistis dana kelolaan (asset under management/AUM) perseroan bakal tembus Rp 18 triliun pada akhir 2023, tumbuh 5,8% dari saat ini.
“Total dana kelolaan STAR Asset Management saat ini Rp 17 triliun, baik reksa dana maupun kontrak pengelolaan dana (KPD). Nah, sampai akhir tahun ini, kami menargetkan total dana kelolaan mencapai Rp 18 triliun,” ucap Reita menjawab investortrust.id usai acara Investment Manager Awards 2023 yang digelar investortrust.id dan Infovesta di Jakarta, Kamis (21/09/2023) malam.
Dalam acara bergengsi itu, STAR Asset Management menggondol dua penghargaan, yakni peringkat ke-1 reksa dana pendapatan tetap dalam denominasi rupiah periode 1 tahun dan peringkat ke-2 reksa dana pendapatan tetap berdenominasi dolar AS periode 1 tahun.
Reita Farianti yakin melalui berbagai strategi yang diterapkannya, STAR Asset Management mampu mencapai target total AUM Rp 18 triliun pada pengujung tahun ini. ”Kami harus optimistis bisa mencapai target tersebut karena spirit yang kami tanamkan adalah spirit tim. Kami bergerak bersama,” tegas dia.
Baca Juga
Mandiri Manajemen Investasi Incar AUM Reksa Dana Rp 47 Triliun
Untuk menjaga kepercayaan pasar, menurut Reita, STAR Asset Management berupaya mengelola sebaik mungkin dana para nasabah sesuai kebijakan investasinya.
“Kami set up dalam investment committee internal, kemudian secara paralel memperkuat tim sales agar melakukan proses penjualan yang baik dan benar. Jadi, kami menerapkan disiplin dari dua sisi ini secara paralel,” tandas Reita.
Baca Juga
Reita Farianti mengungkapkan, sejumlah produk reksa dana STAR Asset Management memiliki kinerja yang meyakinkan. Itu pula yang menjadikan manajer investasi (MI) tersebut menyabet dua penghragaan dari invesortrust.id dan Infovesta.
“Fund performance reksa dana pendapatan tetap memang baik dan optimal, baik secara return maupun tingkat resikonya yang terukur. Pertumbuhan penyertaannya pun optimal. Ini rasanya salah satu alasan kenapa kami menang,” tutur dia.(CR-5)

