Star Asset Management Targetkan Dana Kelolaan Syariah Masuk 10 Besar Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Surya Timur Alam Raya Asset Management atau Star Asset Management meraih penghargaan dalam ajang Best Sharia Awards 2025 yang digelar oleh Investortrust bersama Infovesta di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (30/9/2025).
Star Asset Management berharap bisa menjadi salah satu dari 10 besar manajer investasi yang memiliki dana kelolaan mutual fund syariah terbesar di Indonesia.
Mutual Fund Product Specialist Star Asset Management, Adri Firmansyah, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus mengembangkan produk berbasis syariah. Menurutnya, segmen syariah memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan industri reksa dana di Indonesia.
“Khusus terkait dengan produk-produk berbasis syariah, kami menjadikan pengembangan dana kelolaan syariah sebagai salah satu target utama, baik di tahun ini maupun tahun depan. Kami berharap bisa menjadi salah satu dari 10 besar manajer investasi yang memiliki dana kelolaan mutual fund syariah terbesar di Indonesia,” ujar Adri dalam acara Best Sharia Awards 2025, Selasa (30/9/2025).
Baca Juga
Tidak hanya fokus pada pertumbuhan dana kelolaan, Star Asset Management juga tengah menjajaki inisiatif baru dengan mengaitkan reksa dana syariah ke dalam instrumen wakaf. Menurut Adri, perusahaan sudah menyiapkan satu produk yang saat ini berada dalam proses di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kami berharap produk itu bisa menjadi salah satu cash wakaf link to mutual fund pertama di Indonesia,” jelas Adri.
Memasuki kuartal terakhir 2025, Adri mengungkapkan bahwa target tahunan perusahaan hampir tercapai. “Kalau untuk target tahunan dalam hal dana kelolaan, alhamdulillah sudah 99% tercapai. Kami optimistis hingga akhir tahun bisa terealisasi,” ungkapnya.
Meski begitu, Adri menambahkan bahwa Star Asset Management tidak hanya puas dengan capaian tersebut. Ke depan, perusahaan berencana memperluas ragam produk yang ditawarkan.
“Saat ini, dana kelolaan kami memang cukup besar dan terpusat di reksa dana berbasis pendapatan tetap. Ke depan kami berharap bisa memberikan layanan lebih di produk-produk dengan kelas aset lainnya, seperti balance fund atau mulai sedikit demi sedikit masuk ke index fund,” papar Adri.
Terkait prospek industri, Adri optimistis pasar reksa dana Indonesia masih akan terus tumbuh. Namun, ia menekankan bahwa investor dalam negeri masih cenderung konservatif.
Baca Juga
Star Asset Management Sabet Penghargaan Best Sharia Awards 2025 dari Investortrust-Infovesta
“Kalau lihat dari peta industri, lebih 50-60% investor masih terpusat di reksa dana berbasis pendapatan tetap, pasar uang, dan CPF. Pola itu masih akan kami ikuti, tetapi kami juga melihat peluang di produk-produk yang lebih agresif. Tahun depan, momentum pertumbuhan reksa dana agresif bisa muncul seiring pemulihan ekonomi global dan stabilitas kebijakan pemerintah,” jelasnya.
Dengan strategi ini, Star Asset Management menargetkan untuk tidak hanya memperkuat posisi di segmen syariah, tetapi memanfaatkan peluang di kelas aset lain untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

