Heboh Kasus Korupsi di Indofarma (INAF), Manajemen: Program Bersih-Bersih Erick Thohir
JAKARTA, investortrust.id – Emiten farmasi pelat merah, PT Indofarma Tbk (INAF) angkat biacara terkait kabar heboh dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan fiktif yang menjerat sejumlah mantan petinggi Indofarma.
Diketahui, kasus korupsi tersebut melibatkan mantan Direktur Utama PT Indofarma Tbk periode 2019-2023, berinisial AP, serta dua tersangka lainnya, yaitu GSR selaku Direktur PT Indofarma Global Medika (IGM) periode 2020-2023, dan CSY, Head of Finance IGM.
Ketiga tersangka tersebut diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi yang menyebabkan terjadinya kerugian negara di PT Indofarma Tbk sebesar Rp 371 miliar, berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Baca Juga
Diduga Manipulasi Laporan Keuangan, Eks Dirut Indofarma Jadi Tersangka Korupsi
Direktur Utama PT Indofarma Tbk, Yeliandriani, menyampaikan, kasus ini terungkap melalui audit investigasi BPK RI, yang merupakan bagian dari program Bersih-Bersih BUMN yang diinisiasi oleh Menteri BUMN, Erick Thohir.
‘’Program ini bertujuan untuk memperkuat kinerja dan tata kelola BUMN, dengan menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi tindakan korupsi yang merugikan negara,’’ ulas Yeliandriani dalam keterangan resmi dikutip, Sabtu (21/9/2024).
Lebih lanjut dia menegaskan bahwa Perseroan mendukung penuh proses hukum yang sedang berlangsung, sesuai dengan peraturan perundangundangan.
‘’Perseroan berkomitmen menjaga kredibilitas, akuntabilitas, dan transparansi dalam menghadapi kasus ini,’’tegasnya.
Baca Juga
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa proses hukum yang melibatkan mantan Direktur Utama dan dua pejabat lainnya tidak akan mengganggu operasional Perseroan.
PT Indofarma Tbk tetap berfokus pada Rencana Penyehatan dan Penyelamatan Perusahaan, termasuk restrukturisasi keuangan dan reorientasi bisnis untuk memperkuat fondasi perusahaan.
‘’Kami menegaskan komitmen untuk mendukung Kementerian BUMN dalam menciptakan lingkungan usaha yang bersih dan bebas korupsi. Menteri BUMN, Pak Erick Thohir, telah menyampaikan bahwa tidak ada toleransi terhadap praktik korupsi yang merugikan negara. PT Indofarma Tbk akan terus mendukung upaya pemberantasan korupsi di lingkungan BUMN,’’ ujar Yeliandriani.

