Aliran Dana Asing Deras Rp 28,39 Triliun, Saham Bank Pilihan Teratas Sebaliknya GOTO Diobral
JAKARTA, investortrust.id – Aksi beli (net buy) saham oleh investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang bulan berjalan atau 1-20 September 2024 masih deras. Total net buy telah mencapai Rp 28,39 triliun. Sedangkan total net buy sepanjang 2024 berjalan telah lebih dari Rp 60 triliun.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI sepanjang September berjalan, kontribusi terbesar disumbangkan net buy saham PT Siloam Hospitals Tbk (SILO) mencapai Rp 16,76 triliun. Hal ini dipicu adanya crossing saham dari pemodal local ke pemodal asing.
Baca Juga
Mengenaskan! Nilai Pasar Saham Lima Emiten Prajogo Pangestu Hangus Rp 413 Triliun dalam Sehari
Selanjutnya saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) torehkan net buy Rp 2,20 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 1,58 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMIR) Rp 1,42 triliun, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 1,36 triliun, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 854,53 miliar.
Sebaliknya lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak sepanjang 1-20 September 2024 dicatatkan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 744,30 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 324,80 miliar, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) Rp 246,14 miliar, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 20,94 miliar, dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Rp 134,93 miliar.
Aksi beli saham oleh pemodal asing tersebut berimbas terhadap penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI sepanjang 1-20 September 2024 dari level 7.670,73 menjadi 7.743. Bahkan, IHSG sempat mencetak rekor penutupan tertinggi baru 7.905 pada penutupan perdagangan 19 September 2024.
Baca Juga
Wall Street Melemah, tapi Dow Jones Tembus Rekor Tertinggi Baru
Namun laju penguatan indeks sempat terhenti kemarin akibat penurunan dalam saham-saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu. Penurunan indeks juga dipicu atas aksi ambil untung setelah berhari-hari catatkan kenaikan ke level tertinggi baru.
Sejumlah analis menilai bahwa aliran dana asing diprediksi terus mengalir ke pasar emerging market, seperti Indonesia, setelah The Fed memangkas suku bunga. Kebijakan tersebut bakal berimbas terhadap penguatan IHSG BEI yang dipicu derasnya aliran dana asing ke sejumlah saham, seperti saham perbankan.
Grafik IHSG dalam Sebulan Terakhir

