Dana Asing Keluar dari SBN, Makin Deras Masuk Saham Rp 1,24 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Dana asing mengalir masuk makin deras ke pasar saham domestik pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (08/03/2024). Pembelian bersihnya mencapai Rp 1,24 triliun, makin besar dibandingkan net buy pada hari sebelumnya di Bursa Efek Indonesia, senilai Rp 0,48 triliun.
Sementara itu, di pasar Surat Berharga Negara (SBN), data terbaru yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) adalah transaksi pada 6 Maret 2024. Nonresiden di pasar SBN melakukan jual neto Rp 2,08 triliun.
Baca Juga
IHSG Tutup Pekan Ini dengan Penguatan 0,11%, Lima Saham Ini Cuan Melimpah
Sepanjang bulan Maret ini, asing sudah berbalik kembali mencatatkan pembelian bersih saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) month to date senilai Rp 0,28 triliun. Sedangkan di SBN rupiah yang dapat diperdagangkan hingga 6 Maret 2024, nett sell asing mencapai Rp 6,89 triliun.
BEI menyatakan pada Jumat ini, di Jakarta, akumulasi pembelian saham oleh asing bertambah menjadi Rp 18,71 triliun secara year to date. Sedangkan di SBN rupiah yang dapat diperdagangkan, berdasarkan data DJPPR, asing mencatatkan penjualan bersih year to date hingga 6 Maret 2024 senilai Rp 11,81 triliun.
Sepekan, Asing Makin Tinggalkan SBN
Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, berdasarkan data transaksi 4 – 7 Maret 2024, nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat jual neto Rp 13,61 triliun. Ini terdiri dari jual neto Rp 10,42 triliun di pasar SBN, jual neto Rp 0,57 triliun di pasar saham, dan jual neto Rp 2,62 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
"Berdasarkan data setelmen, selama tahun 2024 hingga 7 Maret 2024, nonresiden tercatat jual neto sebanyak Rp 12,51 triliun di pasar SBN. Namun, asing tercatat masih membeli neto Rp 17,88 triliun di pasar saham. Selain itu, membeli neto Rp 25,35 triliun di SRBI,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan di Jakarta, 8 Maret 2024.
Sedangkan premi credit default swab (CDS) Indonesia 5 tahun per 7 Maret 2024 sebesar 69,12 bps. Ini naik dibandingkan 1 Maret 2024 sebesar 67,80 bps.
Baca Juga

