Setelah Indodax, Platform Kripto Asal Singapura BingX Jadi Korban Peretasan hingga Nilai Kerugiannya Fantastis
JAKARTA, investortrust.id - Baru beres insiden yang dialami salah satu platform digital aset exchange terbesar di Indonesia yaitu Indodax, kali insiden serupa dialami oleh platform asal Singapura yakni BingX. Bahkan jumlah kripto yang dicuri mencapai US$ 26,8 juta atau setara Rp 406,34 miliar, lebih besar dibanding Indodax yang mengalami kerugian US$ 20,58 juta.
Kabar peretasan itu pertama kali diutarakan oleh perusahaan analitik kripto PeckShield Alert di akun X mereka pada Jumat, (20/9/2024), pukul 10.54 WIB
“BingX telah diretas dengan kerugian kripto senilai kurang lebih US$ 26,68 juta. Dana yang dicuri sebagian besar ditransaksikan di blockchain Ethereum dan blockchain BNBChain. Peretas telah menukar sebagian besar aset yang dicuri dengan 4.526 ETH dan 7.864,7 BNB,” tulisnya.
Baca Juga
Indonesia Peringkat ke-3 Adopsi Kripto di 2024, Kasus Indodax Diretas akan Geser Posisi Tersebut?
Sementara itu, Chief Product Officer BingX Vivien Lin tak memungkiri peretasan dan mengumumkan penangguhan semua penarikan untuk mengurangi risiko lebih lanjut.
“Tim teknis kami mendeteksi akses jaringan yang tidak normal, mencurigai serangan peretas pada hot wallet BingX. Kami segera memulai rencana darurat kami, termasuk transfer aset darurat dan penangguhan penarikan. Telah terjadi kehilangan aset kecil, tetapi jumlahnya kecil dan masih dihitung,” ujarnya, dilansir dari BeinCrypto, Jumat (20/9/2024).
Baca Juga
Indodax Diretas Rugi Ratusan Miliar, Daftar Peretasan Kripto Tambah Panjang
Meskipun mengalami kerugian, Lin menjamin para penggunanya bahwa BingX akan menutupi secara penuh jumlah aset yang dicuri dengan cadangan modalnya sendiri. Selanjutnya, ia berkomitmen bahwa BingX akan melanjutkan penarikan selama dalam 24 jam.
Sekadar informasi, sebelumnya Indodax juga mengalami insiden peretasan yang diduga dilakukan oleh komplotan hacker asal Korea Utara Lazarus Group. Komplotan tersebut jadi momok yang menakutkan di dunia siber sejak lama, terutama karena kemampuan mereka untuk menargetkan berbagai industri dengan serangan yang terorganisir.
Namun belum bisa dipastikan juga peretasan yang dialami BingX dilakukan oleh Lazarus Group.

