Asing kian Agresif Net Buy Rp 2,08 Triliun, Saham Bank Besar Ini masih Jadi Andalan
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 2,08 triliun, seiring dengan lompatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (19/9/2024), sebanyak 76,25 poin (0,97%) ke level penutupan tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) 7.905,39.
Net buy terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 557.75 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 452,95 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 309,06 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 162,81 miliar, dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 96,18 miliar.
Baca Juga
NPWP Jokowi dan Sejumlah Menteri Bocor, Ini Kata Sri Mulyani
Sedangkan lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak, yaitu saham PT Astra International Tbk (ASII) Rp 67,03 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 59 miliar, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Rp 24,75 miliar, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) Rp 23,76 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 19,09 miliar.
Terkait lompatan IHSG hari ini didukung penguatan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor infrastruktur naik 1,25%, sektor property menguat 2,23%, sektor enerig naik 1%, sektor material dasar menguat 1,05%, dan sektor keuangan naik 0,95%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi dan kesehatan.
Kenaikan makin pesat setelah sejumlah saham kapitalisasi pasar (market cap) besar ini menguat pesat, seperti saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat ke level tertinggi baru Rp 10.900, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
Baca Juga
Jasa Marga (JSMR) Akan Sesuaikan Tarif Tol Dalam Kota Mulai 22 September, Simak Perinciannya
Sedangkan saham dengan kenaikan paling pesat hingga auto reject atas (ARA) hari ini, yaitu saham PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) melesat 34,78% menjadi Rp 124, PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) melesat 25% menjadi Rp 290, PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) sebanyak 24,73% menjadi Rp 454, dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) melesat 24,53% menjadi Rp 2.310.
Sebaliknya saham dengan koreksi paling dalam dicatatkan saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI), PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW), PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS), dan PT Indo Straits Tbk (PTIS).
Grafik IHSG

