IHSG Ditutup Cetak ATH 7.905, Tak Ketinggalan Saham BBCA Rekor ke Rp 10.900
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (19/9/2024), ditutup perkasa dengan lompatan 76,25 poin (0,97%) ke level penutupan tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) 7.905,39.
Kenaikan signifikan ditopang penguatan hampir seluruh sektor saham, seperti saham sektor infrastruktur naik 1,25%, sektor property menguat 2,23%, sektor enerig naik 1%, sektor material dasar menguat 1,05%, dan sektor keuangan naik 0,95%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi dan kesehatan.
Baca Juga
Jasa Marga (JSMR) Akan Sesuaikan Tarif Tol Dalam Kota Mulai 22 September, Simak Perinciannya
Lompatan IHSG tersebut juga didukung kenaikan saham-saham market cap besar, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melesat ke level tertinggi baru Rp 10.900,PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
Sedangkan saham dengan kenaikan paling pesat hingga auto reject atas (ARA) hari ini, yaitu saham PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) melesat 34,78% menjadi Rp 124, PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) melesat 25% menjadi Rp 290, PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) sebanyak 24,73% menjadi Rp 454, dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) melesat 24,53% menjadi Rp 2.310.
Baca Juga
Dharma Polimetal (DRMA) Bidik Peluang Kolaborasi Ekspansi EV di Tanah Air
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam dicatatkan saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI), PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW), PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS), dan PT Indo Straits Tbk (PTIS).
Kemarin, IHSG ditutup turun tipis 2,63 poin (0,03% menjadi 7.829. Meski demikian, pemodal asing masih gencar catatkan pembelian bersih (net buy) sebanyak Rp 1,42 triliun di seluruh pasar, seperti saham PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) Rp 515,26 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 290,20 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 253,10 miliar.
Grafik IHSG

