IHSG kembali Ditutup Cetak Rekor ATH 8.337, Cuan Jumbo Ditorehkan LABA hingga PJHB
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/11/2025), ditutup menguat 18,53 poin (0,22%) ke level penutupan tertinggi baru sepanjang masa atau all time high (ATH) 8.337. Rentang pergerakan 8.289-8.362 dengan nilai transaksi Rp 16,69 triliun.
Penguatan tersebut ditopang kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor industry 2,08%, sektor energi 1,74%, sektor konsumer 1,02%. Sektor transprotasi 1,41%, sektor infrastruktur 0,91%, dan sektor property 0,37%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer non primer, sektor teknologi, dan sektor material dasar.
Baca Juga
Unilever (UNVR) Catat Titik Balik Kinerja, Sahamnya Direvisi Naik
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham LABA naik 34,67% menjadi Rp 268, UNTD melesat 34,52% menjadi Rp 113, NIRO menguat 25% menjadi Rp 350, dan PJHB menguat 24,85% menjadi Rp 412. Meski tak ARA, saham DFAM menguat 24,66% menjadi Rp 91.
Kemarin, IHSG ditutup mendadak melesat hingga cetak rekor penutupan tertinggi baru (all time high/ATH) sebanyak 76,62 poin (0,93%) menjadi 8.318. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 1,23 triliun.
Baca Juga
Pemerintah Bertekad Tingkatkan Porsi Investasi di Atas 30% PDB demi Dongkrak Pertumbuhan
Kenaikan tersebut ditopang penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor teknologi menguat 3,31%, material dasar naik 2,51%, sektor infrastruktur 1,04%, sektor keuangan 1,07%, sektor konsumer primer 0,67%, dan sektor konsumer non primer 0,51%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor industry dan property.
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham berikut catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham NTBK naik 34,78% menjadi Rp 155, SAFE menguat 34,78% menjadi Rp 248, COIN melesat 24,70% menjadi Rp 3.130, dan ELPI sebanyak 24,53% menjadi Rp 660. Kenaikan juga melanda saham BAPA sebanyak 31,34% menjadi Rp 92 dan TINS menguat 19,67% menjadi Rp 2.920.

