Indika (INDY) Teken Fasilitas Pendanaan dari Bank DBS, Nilainya Jumbo
JAKARTA, Investortrust.id – PT Indika Energy Tbk (INDY) melalui anak usahanya, PT Kariangau Gapura Terminal (KGTE), menandatangani fasilitas dana senilai US$ 50 juta dengan Bank DBS Indonesia.
Sekretaris Perusahaan Indika Adi Pramono mengatakan, fasilitas pinjaman berjangka waktu tiga tahun enam bulan tersebut akan digunakan KGTE untuk pembayaran fasilitas term loan sindikasi.
Baca Juga
Terbang dan Disuspensi Bursa, Sumber Global (SGER) Ternyata Mau Bagikan Dividen Saham Ini
“Transaksi ini tidak berdampak material, namun akan meningkatkan likuiditas keuangan perseroan,” tulis Adi Pramono dalam keterangan resminya di Jakarta, kemarin.
Sebelumnya, Indika Energy melalui anak perusahaannya, Indika Energy Capital III Pte Ltd telah membeli kembali sebanyak US$ 29,31 juta surat utang hingga September 2024.
Surat utang yang dibeli tersebut bagi dari total obligasi global bernilai US$ 575 juta dengan kupon 5,875% per tahun. Surat utang tersebut akan jatuh tempo tahun 2024.
Baca Juga
Ada Bank Tanah, Pembangunan Bandara VVIP IKN Bisa Lebih Cepat
Hingga semester I-2023, Indika mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (laba bersih) US$ 89,80 juta. Raihan tersebut menunjukkan penurunan sebanyak 55% dari posisi US$ 200,65 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Dalam laporan keuangan Indika per 30 Juni 2023, dipublikasikan, terungkap bahwa pendapatan turun menjadi US$ 1,67 miliar, dari sebelumnya US$ 1,93 miliar pada semester I-2022.
Baca Juga
Di tengah penurunan pendapatan, beban pokok kontrak dan penjualan INDY malah membengkak menjadi US$ 1,32 miliar, dari US$ 1,27 miliar. Alhasil laba kotor terkikis dari US$ 668,86 juta menjadi US$ 349,93 juta pada paruh pertama tahun ini.

