Bank Sentral Rusia Bidik Aset Kripto untuk Atasi Kendala Pembayaran Lintas Batas
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina menyatakan beberapa masalah yang dihadapi Rusia terkait penyelesaian lintas batas, termasuk kesulitan pembayaran impor dan penurunan volume perdagangan.
Melansir Bitcoin News, Rabu (18/9/2024), ia mengatakan telah berbicara setelah rapat dewan direksi bank sentral mengenai suku bunga acuan dan menekankan fokus bank Rusia dalam menyelesaikan tantangan ini dan eksplorasi aset digital sebagai solusi potensial.
Elvira mengungkapkan bahwa telah menemukan cara baru untuk mengelola pembayaran lintas batas yang merupakan prioritas utama. “Tentu saja, menemukan berbagai mekanisme untuk penyelesaian lintas batar menjadi fokus tindakan kami,” ujarnya.
Baca Juga
Produk Investasi Kripto Naik US$ 436 Juta: Bitcoin Melonjak, Ethereum Merosot
Ia juga menyoroti janji dari aset keuangan digital dan Central Bank Digital Currencies (CBDCs), namun menekankan perlunya kerja sama dengan mitra global.
“Ada prospek untuk menggunakan aset keuangan digital, mata uang digital bank sentral, kami siap untuk ini. Namun penting bagi kami untuk menemukan saling pengertian dengan mitra kami di sini,” kata Elvira.
Baca Juga
Indonesia Peringkat ke-3 Adopsi Kripto di 2024, Kasus Indodax Diretas akan Geser Posisi Tersebut?
Menurutnya, Bank Rusia bekerja sama melalui kerangka kerja bilateral dan multilateral seperti BRICS. Ia menunjuk pada kondisi yang memburuk bagi pra importir karena komplikasi pembayaran.
“Dalam beberapa bulan terakhir, situasi pembayaran lintas batas menjadi lebih rumit bagi importir," ucap dia.
Penurunan harga energi selanjutnya akan menyebabkan berkurangnya ekspor, sementara tingkat impor yang lebih stabil telah berkontribusi terhadap penurunan neraca perdagangan AS dari Juli hingga Agustus 2024.

