Kinerja Ekspor Nikel Indonesia Januari-Agustus 2024 Moncer, Bagaimana dengan Komoditas Unggulan Lainnya?
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan ekspor komoditas nikel selama Januari-Agustus 2024. Sebaliknya nilai ekspor komoditas andalan lainnya batu bara, CPO, hingga besi maupun baja masih mencatatkan penurunan.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan ekspor nikel selama periode tersebut tercatat sebesar US$ 4,94 miliar. "Jadi ekspor Nickel dan barang HS75 pada Januari hingga Agustus 2024 ini tercatat US$ 4,94 miliar," kata Pudji di kantornya, Jakarta, Selasa (17/9/2024).
Pudji mengatakan, angka ini mengalami kenaikan, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. "Jadi angka ini naik 8,83% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023," ujar dia.
Baca Juga
Bantah Buka Keran Ekspor Pasir Laut, Jokowi: Sedimen yang Ganggu Jalur Kapal
Sementara itu, tiga komoditas unggulan ekspor Indonesia di antaranya batubara, besi dan baja, dan CPO masih berjuang menghadapi perubahan harga di tingkat global. Hanya ekspor CPO yang baru mengalami kenaikan nilai secara bulanan.
Pada Agustus 2024, nilai ekspor CPO tercatat US$ 1,77 miliar atau naik 27,86% dari bulan sebelumnya. Ekspor CPO ini didorong kenaikan harga per ton mencapai US$ 898,8 dan total volume yang mencapai 1,97 juta ton. Nilai ekspor CPO memberi andil 7,9% nilai ekspor komoditas nonmigas Indonesia.
Secara tahunan, nilai ekspor CPO lebih rendah 26,39%, dibandingkan ekspor CPO pada Agustus 2023 yang mencapai US$ 2,4 miliar.
Baca Juga
Surplus Neraca Perdagangan ke-52 Berturut-turut, BKF: Peluang Dapatkan Tambahan Devisa
Berkebalikan dengan CPO, komoditas batubara mengalami penurunan secara bulanan, namun naik secara tahunan. Ekspor batubara pada Agustus 2024 tercatat sebesar US$ 2,47 miliar dengan andil terhadap ekspor komoditas nonmigas sebesar 11,05%.
Secara bulanan, ekspor batubara lebih rendah 0,84% dan secara tahunan lebih tinggi 9,65%. Kondisi ini, lebih dipengaruhi akibat meningkatnya volume ekspor meskin di tengah turunnya harga komoditas batubara.
Baca Juga
Jokowi Ungkap RI Untung Rp 510 Triliun dari Hilirisasi Nikel
Volume ekspor batu bara pada Agustus 2024 tercatat sebesar 34,02 juta ton atau lebih tinggi 15,19% dibandingkan volume ekspor pada Agustus 2023 yang sebesar 29,61 juta ton. Dari sisi harga, pada Agustus 2024 harga batubara per ton tercatat US$ 72,62 per ton lebih rendah 4,02% dari Agustus 2023 yang sebesar US$ 76,10 per ton.
Sementara itu, ekspor komoditas besi dan baja mengalami penurunan secara bulanan dan tahunan. Ekspor komoditas ini tercatat US$ 2 miliar, lebih rendah 1,42% secara bulanan dan 10,51% secara tahunan. Dari data BPS, ekspor besi dan baja didorong penurunan harga komoditas dan melambatnya volume ekspor.

