BEI Sepekan, IHSG Cetak Rekor Baru hingga Net Buy Harian Tertinggi
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini atau periode 9-13 September 2024 kembali catatkan rekor tertinggi baru sepanjang masa. IHSG ditutup menguat ke rekor 7.812,13.
Tak hanya itu, rata-rata nilai transaksi harian bersa juga melesat 40,10% menjadi Rp 14,98 triliun pekan ini, dibandingkan rata-rata pekan lalu senilai Rp 10,69 triliun. Investor asing juga mencatatkan pembelian bersih cemerlang capai Rp 17,95 triliun, sehingga total net buy saham di BEI year to date (ytd) telah mencapai Rp 51,40 triliun.
Baca Juga
Pasar Eropa Menghijau di Tengah Sentimen Positif Prospek Suku Bunga
Lompatan indeks tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) BEI melesat sebanyak 4,46% menjadi Rp 13,390 sepekan ini. Nilai tersebut merupakan pencapaian paling besar bursa sepanjang masa, dibandingkan rekor sebelumnya Rp 13,384 triliun pada Kamis (12/9/2024).
Kemarin, IHSG ditutup menguat hanya 13,98 poin (0,18%) menjadi 7.812,13 dan pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 17,95 triliun. Besarnya net buy tersebut dipicu adanya crossing jual saham PT Siloam Hospitals Tbk (SILO) dari pemodal domestik ke pemodal asing melalui pasar negosiasi senilai Rp 16,68 triliun. Transaksi tersebut dilakukan di pasar negosiasi.
Baca Juga
LPS Siapkan Pembayaran Simpanan Nasabah BPR Nature Pasca Pencabutan Izin
Terkait penopang utama penguatan indeks kemarin berasal dari kenaikan saham sektor teknologi 4,46%, sektor konsumer primer 0,65%, sektor kesehatan 0,69%, sektor industri 0,44%, dan sektor infrastruktur 0,31%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor energi, material dasar, keuangan, properti, dan konsumer non primer.
Penguatan tersebut juga disertai dengan lonjakan harga sejumlah saham, di antaranya tiga saham cetak penguatan hingga auto reject atas (ARA) PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA), 34,50% menjadi Rp 230, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) naik 24,91% menjadi Rp 1.655, dan PT Perdana Karya Tbk (PKPK) sebanyak 24,49% menjadi Rp 605.
Grafik IHSG

