IHSG BEI Sepekan Naik 0,23% hingga Tertinggi Kedua di Asean, Tapi Asing Net Sell
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan ini ditutup menguat sebanyak 16,81 poin (0,23%) menjadi 7.311,90. Penguatan tersebut didukung kenaikan beberapa sektor saham.
Data BEI mengungkap bahwa kenaikan indeks tersebut ditopang penguatan saham sektor infrastruktur, industry, material dasar, dan energi. Sebaliknya penurunan dalam pekan ini melanda sahma sektor teknologi, kesehatan, transportasi, properti, dan konsumer primer.
Baca Juga
Bos BBRI Optimistis Dalam 5 Tahun ke Depan Bisa Terus Beri Dividen 80%
Penguatan indeks 0,23% tersebut merupakan yang tertinggi kedua di antara negara-negara Asean, seperti indeks bursa Vietnam menguat 2,07%, IHSG BEI naik 0,23%, dan indeks PSEi Filipina naik tipis 0,09%. Adapun penurunan paling dalam melanda indeks SET Thailand 2,20%, Strait Times Singapura 1,54%, dan FTSE Bursa Malaysia 0,72%.
Meski IHSG naik tipis, data BEI mengungkap bahwa pemodal asing justru merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 3,02 triliun, dibandingkan dengan pekan sebelumnya net buy saham senilai Rp 1,02 triliun. Sedangkan PER BEI berakhir 12,88 kali dan PBV naik menjadi 2,16 kali.
Baca Juga
Adaro Energy (ADRO) Incar Penjualan 67 Juta Ton Batu Bara di 2024
Sedangkan kemarin, IHSG, Jumat (1/3/3034), ditutup turun tipis sebanyak 4,2 poin (0,06%) menjadi 7.311,91. Pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 388,24 miliar.
Net sell terbanyak melanda lima saham ini, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 194,22 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 63,74 miliar, PT XL Axiata Tbk (EXCL) Rp 54,13 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 51,57 miliar, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 38,37 miliar.

