IHSG bisa Cetak ATH Baru, Dua Saham Ini Dijagokan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/9/2024), masih trend bullish, meskipun ditutup turun tipis kemarin. Pergerakan hari ini diprediksi dalam rentang 7.610-7.835.
BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya menyebutkan bahwa belum ada perubahan signifikan pada pergerakan IHSG setelah sebelumnya berhasil breakout resisten 7.726. Terbuka peluang penguatan menuju level tertinggi baru (all time high/ATH) 7.835 dan level support yang harus diwaspadai adalah 7.610.
Baca Juga
Hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli dua saham berikut, yaitu saham ERAA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 450-468 dan saham MNCN direkomendasikan beli dengan target harga Rp 350-380. Sebaliknya saham AMMN dan TPIA direkomendasikan sell.
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi penguatan bursa saham Wall Street semalam, yaitu Dow Jones naik 0,31%. Begitu juga dengan Nasdaq terbang 2,17% dan indeks S&P500 melesat 1.07%.
IHSG kemarin ditutup turun tipis 0,43 poin menjadi 7.760. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 231,02 miliar, yaitu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 316,67 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 211,78 miliar, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 103,94 miliar.
Baca Juga
Trump Klaim Menang Debat, tapi Saham Trump Media Anjlok Lebih dari 10%
Koreksi indeks kemarin dipicu atas pelemahan sebagian besar sektor saham, seperti sektor konsumer primer turun 2,24%, sektor industri melemah 0,45%, sektor infrastruktur 0,45%, sektor energi 0,24%, dan sektor kesehatan 0,23%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor teknologi, properti, transportasi, keuangan, dan material dasar.
Meski IHSG turun tipis, sejumlah saham berikut malah ditutup melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) naik 25% menjadi Rp 3.600, PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) naik 24,41% menjadi Rp 316, PT Green Power Group Tbk (LABA) menguat 24,56% menjadi Rp 710.
Grafik IHSG

