Saham BREN dan STRK Kejar-kejaran ARA, Siapa Yang Paling Cuan?
JAKARTA, Investortrust.id – Dua saham emiten pendatang baru ini, PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) dan PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK), kejar-kejaran mencatatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA) terhitung sejak listing perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data, saham BREN telah melesat dari Rp 780 menjadi Rp 2.360 sejak listing perdana Senin (9/10/2023) hingga saat ini. Saham BREN berhasil melesat hinggg ARA setiap hari sepanjang pekan ini. Hal ini menjadikan penguatannya saham ini sudah mencapai 202,5%.
Baca Juga
Cuan Rp 96 Triliun dari BREN, Saham Barito (BRPT) malah Turun, Kok Bisa?
Penguatan harga tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham BREN melambung menjadi Rp 315,73 triliun atau berada di peringkat ke enam setelah mengalahkan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), dan beberapa saham lainnya.
Tak mau ketinggalan saham STRK juga telah mencatatkan lompatan harga dari level perdana saham Rp 100 menjadi Rp 304 terhitung sejak listing perdana Selasa (10/10/2023) hingga hari ini atau dalam empat hari perdagangan. Selama empat hari transaksi, saham STRK telah melambung 204%.
Kenaikan harga tersebut menjadikan kapitalisasi pasar saham STRK melesat menjadi Rp 3,25 triliun.
BREN merupakan perusahaan pembangkitan listrik tenaga panas bumi dengan total kapasitas terpasang bruto pembangkit listrik hingga tahun 2022 mencapai 886 MW
Baca Juga
Saham Tembus ARA Lagi, Lovina Beach (STRK) Ungkap Strategi Perluas Pasar Ekspor
Perseroan menngoperasikan sejumlah pembangkit listrik, yaitu pembangkit panas bumi Wayang Windu terdiri atas dua unit dengan kapasitas pembangkit terpasang bruto gabungan sebesar 230,5 MW. Pembangkit panas bumi Darajat dan Salak memiliki kapasitas pembangkit terpasang bruto masing-masing 274,5 MW dan 381 MW.
Sedangkan total kapasitas pembangkit perseroan ditargetkan bertambah sebanyak 146 MW menjadi 1.032 MW pada 2027.

