Phintraco Ungkap Peluang Sektor Tambang dan Infrastruktur di Tengah Pelemahan Rupiah
JAKARTA, investortrust.id – PT Phintraco Sekuritas merekomendasikan berderet saham sektor pertambangan dan telekomunikasi sebagai menu trading, seiring proyeksi penguatan pasar saham pada perdagangan Rabu, (17/4/2024).
Saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas terdiri dari AKRA, INCO, TKIM, INKP, ADMR, ADRO. Sedangkan saham infrastruktur diantaranya JSMR, EXCL dan ISAT.
“Saham-saham tersebut dapat diperhatikan karena cenderung masih memperoleh keuntungan jangka pendek dari pelemahan signifikan nilai tukar rupiah,” ulas Tim Riset Phintraco dikutip, Rabu (17/4/2024).
Baca Juga
Waspadai Penurunan IHSG Lebih Lanjut, BRI Danareksa Sekuritas Rekomendasi HRTA dan INTP
Terkait pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Phintraco meramal besarnya peluang rebound, dengan menutup gap ke kisaran 7.200-7240 di Rabu (17/4/2024). Adapun target resistance berada di titik 7.240, pivot level 7.200 dan titik support pada 7.130.
“IHSG membentuk pola candlestick menyerupai hammer di perdagangan Selasa (16/4/2024). Pola ini diikuti dengan kenaikan Stochastic RSI dari oversold area (16/4/2024). Selain itu pelemahan yang relatif terbatas di Wall Street juga berpotensi meredam aksi jual di pasar saham Indonesia pada hari ini (17/4),” ulas Tim Phintraco.
IHSG memperoleh sentimen positif dari realisasi pertumbuhan ekonomi Tiongkok (5,3% yoy) yang lebih baik dari perkiraan (5% yoy) di kuartal I-2024. Selain itu China Fixed Asset Investment (YTD) juga berada di atas ekspektasi (4,5% yoy vs 4,3% yoy) di Maret 2024.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Rebound, 4 Saham Syariah Sektor Pertambangan Ini Dijagokan
“Data-data tersebut mengindikasikan aktivitas ekonomi Tiongkok yang lebih baik di kuartal I-2024 dari kuartal IV-2023,” ulasnya.
Dari dalam negeri, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bertahan di atas 123 di Maret 2024. Akan tetapi, pasar masih menantikan data Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) di Maret 2024. Antisipasi pasar terefleksi dari pelemahan nilai tukar rupiah hingga 2,08% ke Rp 16.170/USD di Selasa sore kemarin.

