Phintraco Sekuritas: Waspada Pelemahan IHSG ke Titik Support 7.000
JAKARTA, investortrust.id – Peluang penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terbuka pada perdagangan awal pekan ini, Senin(22/4/2024).
Sebagai catatan, seiring dengan eskalasi konflik Timur Tengah, IHSG ditutup melemah 1,17% ke level 7.083 pada perdagangan Jumat (19/4/2024).
Tim Riset PT Phintraco Sekuritas meramal, secara teknikal, peluang downside IHSG masih terbuka di kisaran level 7.035 atau di MA200 pada hari ini.
‘’Prediksi tersebut sejalan dengan death cross pada Stochastic RSI serta pelebaran negative slope pada MACD,’’ ulas Tim Riset PT Phintraco Sekuritas.
Adapun target support IHSG berada pada titik 7.000 dengan target resistance level 7.180. Sedangkan pivot IHSG berada pada level 7.100.
Baca Juga
Meski IHSG masih berpotensi melemah, sejumlah saham diprediksi akan menguat hari ini, diantaranya saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).
Terkait sentiment pasar, pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan regional, di mana pada Senin (22/4/2024) terdapat rilis data Loan Prime Rate 1Y dan Loan Prime Rate 5Y di Cina.
Pada Maret 2024, PBOC mempertahankan suku bunga pinjaman acuan tidak berubah yakni Loan Prime Rate 1Y sebesar 3,45%, sedangkan Loan Prime Rate 5Y sebesar 3,95%.
Adapun kedua suku bunga tersebut masih berada pada rekor terendah seiring dengan tujuan PBOC untuk berupaya memacu pertumbuhan perekonomian dari krisis properti dan rendahnya consumer confidence.
Baca Juga
Selain itu, pada hari yang sama juga terdapat rilis Foreign Direct Investment (FDI) Maret 2024 di Cina yang telah mengalami pelemahan signifikan sejak Juni 2023 dan berada di level terendah dalam 30 tahun. Adapun rilis data FDI Cina diharapkan membaik seiring dengan pertumbuhan GDP China yang berada di atas ekspektasi konsensus pada kuartal I-2024 yakni 5,3% YoY.
Dari sisi domestik, terdapat rilis data Balance of Trade Maret 2024 pada Senin (22/4/2024) yang diperkirakan akan naik tipis seiring dengan meningkatnya kinerja ekspor komoditas.
Seperti diketahui, Balance of Trade pada Februari 2024 mengalami penyusutan tajam menjadi US$ 0,87 miliar yang jauh berada di perkiraan konsensus sebesar US$ 2,32 miliar.
Kontraksi ekspor diharapkan kembali pulih seiring dengan peningkatan laju perekonomian Cina yang membaik di kuartal I-2024.

