Top! IHSG Cetak Rekor ATH Level 7.761, Empat Saham Ini Terbang hingga ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (10/9/2024), kembali catatkan penutupan level tertinggi baru (all time high/ATH) setelah melesat 58,65 poin (0,76%) menjadi 7.761. IHSG bergerak dalam rentang 7.702-7.764 dengan nilai transaksi Rp 10,13 triliun.
Kenaikan IHSG hari ini didukung penguatan beberapa sektor saham, seperti saham sektor teknologi 2,29%, sektor infrastruktur naik 1,63%, sektor konsumer non primer 0,95%, sektor keuangan 0,78%, dan sektor properti 0,91%. Sebaliknya sektor saham dengan penurunan hanya melanda saham sektor industri 1,03%, sektor material dasar 0,06%, dan sektor energi 0,09%.
Baca Juga
OJK Sebut Potensi Pengembangan Asuransi Pertanian Masih Besar
Di tengah penguatan IHSG, empat saham berikut torehkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) melesat sebanyak 34,39% menjadi Rp 254, PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) melambung 34,78% menjadi Rp 155, saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) melesat 24,68% menjadi Rp 2.880, dan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) melesat 24,62% menjadi Rp 324.
Lompatan juga melanda saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebanyak Rp 750 (6,98%) ke level penutupan tertinggi baru Rp 11.500, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) menguat Rp 400 (4,68%) menjadi Rp 8.950, dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menguat Rp 52 (22,03%) menjadi Rp 288.
Sebaliknya pelemahan melanda saham PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL), PT Chitose Internasional Tbk (CINT), PT Inter Delta Tbk (INTD), PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI), dan PT Voksel Electric Tbk (VOKS).
Baca Juga
Valuasi Rendah! Potensi Cuan Saham Pelayaran Tamarin (TAMU) Terbuka Lebar
Kemarin, IHSG melemah sebanyak 19,11 poin (0,25%) menjadi 7.702,74. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 251,60 miliar, terbesar yaitu saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 172,86 miliar, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 96,31 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 94,85 miliar.
Koreksi tersebut sejalan dengan penurunan mayoritas sektor saham, seperti sektor kesehata 0,97%, sektor energi 0,62%, sektor infrastruktur 0,57%, sektor industri 0,51%, sektor material dasar 0,30%, dan sektor keuangan 0,18%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor properti 1,91% dan sektor konsumer primer 0,14%.
Grafik IHSG

