Net Buy Rp 1,02 Triliun, Saham Bank BUMN Ini Jadi Rebutan
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing makin agresif borong (net buy) saham mencapai Rp 1,02 triliun pada perdagangan hari terakhir pekan ini. Aksi beli tersebut berimbas terhadap penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (6/9/2024), ke rekor tertinggi baru (all time high/ATH) setelah naik 40,81 poin (0,53%) menjadi 7.721,85.
Lima saham dengan net but terbanyak didominasi saham bank papan atas, seperti saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 431,85 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 401,70 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 226,46 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 146,83 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 141,15 miliar.
Baca Juga
Sebaliknya lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak melanda saham berikut, yaitu saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 419,87 miliar, PT Saratoga Sedaya Investama Tbk (SRTG) Rp 29,15 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 28 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 22,65 miliar, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 20,20 miliar.
Terkait lompatan IHSG hari ini ditopang penguatan sejumlah sektor saham, khususnya sektor keuangan 1,91%. Kenaikan juga melanda saham sektor kesehatan 0,55%, sektor properti 0,27%, sektor teknologi 0,27%, sektor konsumer non primer 0,21%, dan sektor transportasi 0,17%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor infrastruktur, industri, material dasar, dan sektor energi.
Saat IHSG torehkan ATH, sejumlah saham ini melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Chitose Internasional Tbk (CINT) melesat 34,51% menjadi Rp 191 dan PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) menguat 34,38% menjadi Rp 129.
Baca Juga
ARA juga melanda saham PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) sebanyak 24,79% menjadi Rp 302 dan PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) menguat 24,61% menjadi Rp 476. Begitu juga dengan saham PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) sebanyak 19,89% menjadi Rp 10.700.
Sebaliknya sejumlah saham dengan penurunan paling dalam, yaitu saham PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW), PT Meratur Jasa Prima Tbk (KARW), PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA), PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI), dan PT Green Power Group Tbk (LABA).

