Pendirian dan Perluasan Pabrik Berlangsung, Xolare RCR (SOLA) Optimistis Pertumbuhan Kinerja Terwujud
JAKARTA, investortrust.id - Emiten perdagangan aspal, PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA), sedang agresif memperkuat pertumbuhan pendapatan dan laba bersih melalui pembangunan pabrik hingga peningkatan kapasitas produksi pabrik eksisting.
“Pembukaan pabrik berpotensi meningkatkan pendapatan dan laba perseroan, karena pabrik baru tersebut akan memproduksi produk membrane yang belum ada di Indonesia. Kenaikan kinerja juga akan didukung pertumbuhan pasar lokal dan ekspor,” ujar Direktur Utama PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA) Mochamad Bhadaiwi pada investortrust.id, Jumat (5/9/2024).
Menurut keterangan perseroan, hingga kini dana hasil initial public offering (IPO) SOLA sebesar Rp 72,19 miliar telah terserap sebanyak Rp 58,8 miliar. Sebelumnya diberitakan 27% dari dana IPO digunakan untuk pembangunan pabrik di Tuban, perluasan pabrik di Demak, serta perluasan pabrik di Muara Enim.
Baca Juga
Xolare RCR Energy (SOLA) Raih Proyek Pembangunan Jalan Rp 49 Miliar
“Sedangkan pembangunan pabrik di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menggunakan dana internal Perseroan,” imbuhnya.
Pembangunan pabrik di Tuban, terang dia, baru dimulai dengan pembangunan fasilitas awal dan proses pemesanan mesin bitumen membrane dengan target selesai pada semester I tahun 2025. Sementara itu, perluasan pabrik di Demak dan Muara Enim tengah berjalan yang ditargetkan tuntas Oktober 2024
Lebih lanjut, pembangunan pabrik di IKN sudah memasuki pengurusan perizinan dan peralihan hak atas tanah dari otorita IKN.
Sebelumnya diberitakan, SOLA optimistis memiliki daya saing untuk mengungguli kompetisi di industri pengolahan aspal atau bitumen. Hal tersebut juga didorong oleh integrasi dan sinergi grup yang solid, yang dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi SOLA yang memiliki orientasi pada upaya menciptakan kelestarian lingkungan di wilayah kerja perseroan.
Selain itu, Xolare Group berkomitmen untuk melaksanakan seluruh pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan yang terjadi akibat aktivitas usaha, serta melakukan pengelolaan limbah. Komitmen SOLA dalam menjalankan bisnis berwawasan lingkungan juga dibuktikan melalui bisnis APE dan MBS, yang menjual aspal emulsi yang hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.
Baca Juga
Usai Listing, Xolare RCR Energy (SOLA) Kejar Pendapatan Rp 115 Miliar Tahun Ini
Bahkan, saat ini, SOLA sudah menyiapkan entitas anak untuk berbisnis di bidang konstruksi solar PV untuk keperluan on-grid di perumahan dan industri, serta off-grid di wilayah yang jauh dari akses PT Perusahaan Listrik PT Xolare RCR Energy Tbk Negara (PLN). Perseroan juga sedang mencermati pengembangan bio bitumen yang merupakan aspal dari produk sampingan pengolahan minyak nabati, sehingga lebih ramah lingkungan dan sustainable.
“Kebijakan penelitian dan pengembangan yang dilakukan perseroan bertujuan untuk mengembangkan produk inovatif dan mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan konstruksi. SOLA juga menetapkan area prioritas untuk kegiatan R&D, seperti peningkatan kualitas aspal, pengembangan teknologi konstruksi yang lebih efisien, dan eksplorasi bahan-bahan alternatif yang ramah lingkungan,” terangnya.
Grafik Saham SOLA

