IHSG Sesi I Melesat, Saham BINO dan ALKA Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (5/9/2024), ditutup menguat 24,38 poin (0,32%) menjadi 7.697,28. Pergerakan indeks dalam rentang 7.650-7.722 dengan nilai transaksi Rp 4,75 triliun.
Penguatan indeks ditopang kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor keuangan 1,52%, sektor konsumer primer 1,05%, sektor properti 1,66%, sektor infrastruktur 0,93%, dan sektor konsumer non primer 0,74%. Sebaliknya penurunan hanya melanda saham sektor energi.
Baca Juga
Semester II Diprediksi lebih Kuat, Begini Prospek Saham Antam (ANTM)
Sedangkan saham dengan penguatan paling pesat di tengah kenaikan IHSG tersebut adalah saham PT Permai Plasindo Tbk (BINO) naik hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 24,30% menjadi Rp 266 dan PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) menguat 24,84% menjadi Rp 382.
Penguatan mengesankan juga dicatatkan saham PT Grand House Mulia Tbk (HOMI) dengan kenaikan 25% menjadi Rp 230, saham PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) naik 18,92% menjadi Rp 352, dan saham PT Asuransi Dayin Mitra Tbk (ASDM) menguat 18% menjadi Rp 590.
Baca Juga
Kenaikan Volume Produksi Lambungkan Kinerja Adaro Minerals (ADMR), Bagaimana dengan Sahamnya?
Sebaliknya penurunan melanda saham PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT), PT Utama Radar Cahaya Tbk (RCCC), PT Sorayua Berjaya Indonesia Tbk (SPRE), PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA), dan PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA).
Kemarin, IHSG ditutup naik sebanyak 56,38 poin (0,74%) menjadi 7.672,38. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 151,62 miliar di seluruh pasar, seperti saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 178,14 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 174,22 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 165,24 miliar.
Penguatan itu terdorong penguatan sejumlah sektor saham, saham sektor konsumer primer 2,76%, sektor kesehatan 1,61%, sektor infrastruktur 1,11%, sektor keuangan 0,75%, dan sektor properti 0,99%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor material dasar, sektor konsumer non primer, sektor material dasar, dan sektor energi.
Grafik IHSG

