Begini Target Harga Terbaru Saham Emiten Batu Bara, Saham UNTR Pilihan Teratas
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas memempertahankan rekomendasi overweight saham sektor pertambangan. Rekomendasi tersebut juga telah mempertimbangkan kenaikan suplai batu bara dari dalam negeri bersamaan dengan berlanjutnya pertumbuhan permintaan dari China dan India.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Selasa (3/9/2024), merekomendasikan beli saham PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan target harga Rp 29.200 dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dengan target harga Rp 3.770.
Baca Juga
Indo Tambangraya (ITMG) Prediksi Harga Batu Bara Global Stabil di Semester II-2024
BRI Danareksa Sekuritas juga merekomendasikan beli saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan target harga Rp 31.300, rekomendasi beli saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan target harga Rp 3.100, dan rekomendasi beli saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) dengan target harga Rp 1.700.
“Kami mempertahankan rekomendasi overweight saham sektor batu bara mencerminkan keyakinan kami terhadap prospek harga jual batu bara tetap utuh sampai akhir tahun. Sedangkan saham UNTR menjadi pilihan teratas,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Christian Sitorus dan Erindra Krisnawan dalam riset hari ini.
Rekomendasi tersebut juga mempertimbangkan permintaan impor batu bara asal Indonesia tetap kuat. Berdasarkan data Kemterian EDSDM produksi batu bara Indonesia meningkat menjadi 72,3 juta ton pada Juli 2024 atau meningkat 10,7% dari bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut menjadikan total produksi Januari-Juli 2024 bertumbuh 5,8% menjadi 477 juta ton.
Baca Juga
Menteri ESDM Tetapkan Harga Acuan Batu Bara dan Mineral Agustus 2024, Cek Lengkapnya
“Kenaikan produksi tersebut sejalan dengan historis selama ini bahwa selama Juli hingga September terjadi peningkatan produksi batu bara,” terangnya.
Sedangkan dari sisi impor batu bara, China mencatatkan kenaikan sebanyak 12,4% pada semester I dan India bertumbuh 10,9% pada semester I tahun ini. Sedangkan ekspor batu bara dari Australia menunjukkan penurunan.
Grafik Saham Emiten Batu Bara

