Begini Prospek dan Target Saham Emiten Peternakan, CPIN Jadi Pilihan Teratas
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten peternakan ayam dan pakan ternak diperkirakan tetap kuat ke depan, seiring dengan berlanjutnya penurunan biaya pembelian bahan baku pakan ternah.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terbarunya menyebutkan bahwa harga bahan baku jagung dan buntil kedelai (SBM) lanjutkan koreksi. Harga jagung telah menyentuh level Rp 4.600 per kilo gram atau terendah year to date (ytd), dibandingkan awal Juni level Rp 4.700 per kg.
Baca Juga
Cum Date 31 Mei, Charoen Pokphand (CPIN) Tebar Sisa Dividen Tahun 2023 Rp 491 Miliar
Begitu juga dengan harga SBM terpantau masih berada di level bawah dengan rata-rata harga US$ 340-370 per ton hingga kini. Harga tersebut lebih rendah 23%, dibandingkan rata-rata harga periode sama tahun lalu. Meski rupiah melemah, harga SBM masih terpantau turun.
Prospek Saham CPIN, JPFA, dan MAIN
Sumber: BRI Danareksa Sekuritas
Terkait harga jual ayam hidup, analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano dan Wilastita Muthia Sofi mengatakan, turun pada awal Juni 2024. Penurunan sudah sesuai perkiraan, tetapi peluang kenaikan harga terbuka untuk beberapa bulan mendatang.
Baca Juga
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi overweight saham sektor peternakan dan pakan ayam dengan pilihan teratas saham CPIN dengan target harga Rp 5.900. Saham JPFA juga direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.500 dan saham MAIN direkomendasikan beli dengan target harga Rp 850 per saham.
Grafik Saham CPIN, JPFA, dan MAIN

