IHSG Awal September Torehkan ATH, Saham PGLI, LUCK, dan ITMA Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/9/2024), ditutup naik 23,8 poin (0,31%) ke level penutupan tertinggi baru sepanjang masa 7.694,54. Sedankgan indeks intraday sempat menembus level tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) 7.726.
Pergerakan indeks sepanjang hari ini dalam rentang 7.669,92 dan sempat bergerak lama di atas level 7.700. Nilai transaksi juga meningkat menjadi Rp 10,32 triliun.
Baca Juga
Penyesuaian Harga BBM Non Subsidi Kerek Inflasi Agustus 2024
Penguatan IHSG hari ini ditopang penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor teknologi naik 3,82%, sektor infrastruktur 0,95%, sektor transportasi 0,98%, sektor industri 0,92%, dan sektor keunagan 0,49%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer dan properti.
Di tengah penguatan IHSG ke ATH, tiga saham ditutup melesat hingga auto reject atas (ARA) PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) naik 34,40% menjadi Rp 168, PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) menguat 34,92% menjadi Rp 85, dan PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) naik 24,32% menjadi Rp 690.
Kenaikan juga melanda saham PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) sebanyak 19,23% menjadi Rp 124, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) naik 17,44% menjadi Rp 458, dan PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) naik 14,15% menjadi Rp 121.
Baca Juga
Dongkrak Ekonomi Aceh, Bapenas Minta Percepatan Penyelesaian Ruas Tol Aceh-Sumut
Sebaliknya penurunan kembali melanda saham PT Aman Agrindo Tbk (GULA) anjlok 19,33% menjadi Rp 605. PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), PT OBM Drilchem Tbk (OBMD), PT Tripar Mutivision Plus Tbk (RAAM), PT PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR), dan PT Golden Flower Tbk (POLU).
IHSG akhir pekan lalu ditutup menguat sebanyak 43,13 poin (0,57%) menjadi 7.670. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 11,20 triliun. Besarnya net buy saham tersebut ditopang adanya crossing saham PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) dari pemodal lokal ke pemodal asing bernilai Rp 9,98 triliun.
Grafik IHSG

