IHSG Bisa Melemah, Pantau Tiga Saham Pilihan Berikut
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (5/12/2023), diperkirakan bergerak melemah dalam jangka pendek dengan kisaran pergrerakan 6.965-7.000. Meski demikian, trend masih bullish indeks dalam jangka menengah masih terbuka dengan potensi menuju resisten berikutnya 7.200.
Baca Juga
Minyak Jatuh karena Kekhawatiran Permintaan dan Keraguan Komitmen OPEC+
IHSG kemarin ditutup menguat sebanyak 33,69 poin (0,48%) ke level tertinggi baru tahun ini 7.093,60.Pemodal asing melanjutkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 662,88 miliar.Net buy terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 599,45 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 210,19 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 124,72 miliar.
Sedangkan bursa saham Wall Street ditutup melemah dengan penurunan terdalam melanda indeks Nasdaq sebanyak 0,84%, indeks Dow Jones sebanyak 0,11%, dan indeks S&P500 melemah 0,54%. Sedangkan beberapa bursa saham Eropa ditutup menguat.
Meski IHSG cenderung koreksi dalam jangka pendek, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi trading buy saham PNLF, TPIA, dan TBIG. Sedangkan tiga saham berikut direkomendasikan sell, yaitu saham MYOR, ADHI, dan AKRA.
Baca Juga
Wall Street Dilanda “Profit Taking”, Nasdaq Tertekan Saham Big Tech
Terkait penguatan indeks kemarin didukung penguatan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor teknologi 1,29%, sektor material dasr 0,97%, sektor energi 0,66%, sektor keuangan 0,48%, dan sektor properti 0,33%.
BEI kemarin juga mencatat empat saham menguat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Aesler Grup internasional Tbk (RONY) melesat Rp 74 (25%) menjadi Rp 370, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) naik Rp 220 (24,72%) menjadi Rp 1.110, PT Indointernet Tbk (EDGE) naik Rp 1.200 (19,83%) menjadi Rp 7.250, dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) naik Rp 8.000 (19,96%) menjadi Rp 48,075.

