IHSG Cetak ATH Level 7.658, Saham ARA Bertebaran Dipimpin CHEM hingga PTRO
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/8/2024), ditutup melambung ke level tertinggi baru sepanjang masa atau all time high (ATH) setelah naik 61 poin (0,80%) menjadi 7.658,88. Pergerakan indeks dalam rentang 7.581-7.672 dengan nilai transaksi Rp 11 triliun.
Penguatan IHSG ini ditopang kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor properti dengan menguat 3,16%, sektor energi 2,44%, sektor industri 1,03%, sektor konsumer primer 1,23%, dan sektor keuangan 0,43%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer non primer, industri, dan kesehatan.
Baca Juga
Jadi Pusat Data Center Dunia, Puradelta (DMAS) Ungkap Tambahan Tenant
Penguatan indeks juga terdorong kenaikan saham-saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, seperti saham PTRO, CUAN, BRPT, BREN, hingga TPIA. Kenaikan juga didukung lompatan saham emiten yang dikendalikan Salim dan Aguan, saham PANI.
Sedangkan sejumlah saham yang ditutup naik hingga auto reject atas (ARA) pada perdagangan hari ini, yaitu saham PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) naik 34,72% menjadi Rp 97, PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) melesat 34,40% menjadi Rp 168, saham PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI) melambung 34,29% menjadi Rp 94, dan PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) melesat 33,93% menjadi Rp 75.
Kenaikan saham hingga ARA juga melanda saham PT PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) melesat 19,89% menjadi Rp 15.675 dan PT Petrosea Tbk (PTRO) melambung 29,83% menjadi Rp 10.725.
Baca Juga
PIK2 (PANI) Ungkap Peluang Marketing Sales Terlampaui hingga Investasi di IKN
Sebaliknya saham dengan pelemahan paling dalam melanda saham PT Natura City Developments Tbk (CITY), PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN), PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL), PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM), dan PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE).
Kemarin, IHSG terokresi tipis 8,32 poin (0,11%) menjadi 7.597,88. Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 543,96 miliar. Net sell terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 284,85 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 213,75 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 157,21 miliar.
Koreksi IHSG kemarin dipicu atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti sektor keuangan turun 0,73%, sektor teknologi 0,26%, sektor material dasar 0,08%, dan sektor 0,02%. Sebaliknya penguatan pesat melanda saham sektor properti 1,28%, sektor konsumer primer 1,15%, sektor industri 0,70%, dan sektor energi0,26%.
Grafik IHSG

