Harga Bitcoin Diprediksi Bisa Naik Cepat ke Level US$ 68.000
JAKARTA, investortrust.id - Para trader kripto menemukan pola yang terbentuk pada grafik harga Bitcoin yang mungkin dapat mendorong harganya bergerak semakin dekat untuk mencapai titik tertinggi pada 2021.
Melansir Cointelegraph, Senin (26/8/2024), trader kripto anonim Mister Crypto menyebut, ketika grafik harga Bitcoin menembus level US$ 64.000, berpotensi besar akan kembali ke level US$ 68.000, yang belum tercapai sejak 30 Juli 2024.
Pendekatan ke level US$ 68.000 akan membuat para trader berspekulasi kapan harga akan melampaui titik tertinggi pada 2021 yaitu US$ 68.991.
Menilik data Coinmarketcap, Senin (26/8/2024) pukul 09.15 WIB Bitcoin (BTC) tercatat tengah menurun 0,34% dalam 24 jam terakhir ke posisi US$ 63.999. Begitupun dengan mayoritas koin kripto lainnya, misalnya Ethereum (ETH) yang melemah 0,66% ke US$ 2.745, BNB turun 1,70% ke US$ 569, dan Solana (SOL) merosot 0,38% ke US$ 158.
Adapun kapitalisasi pasar kripto global adalah US$ 2,24 triliun, turun 0,58% dibandingkan hari terakhir. Total volume pasar kripto selama 24 jam terakhir adalah US$ 50,62 miliar, turun 15,10%. Dominasi Bitcoin saat ini sebesar 56,26%, meningkat 0,10% sepanjang hari.
Baca Juga
Indonesia Masuk Peringkat 10 Besar dalam Hal Adopsi Aset Kripto
Saat ini harga Bitcoin berada sedikit di bawah US$ 64.000. Level psikologis itu terjadi setelah komentar dovish dari Ketua The Fed Jerome Powell yang semakin meningkatkan keyakinan di antara investor AS bahwa pemotongan suku bunga sedang berlangsung. Meski ia tidak memberikan jadwal pastinya kapan.
Adapun level US$ 64.000 merupakan dukungan utama bagi Bitcoin usai beberapa bulan setelah persetujuan dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF) Bitcoin AS pada 11 Januari lalu. Namun, penurunan pada 5 Agustus yang juga dikenal sebagai “Crypto Black Monday”, menyebabkan level ini beralih menjadi resistensi untuk Bitcoin.
Baca Juga
Sektor Kripto Diprediksi akan Menjadi Fokus Kampanye Kamala Harris
Mister Crypto mewanti-wanti para investor bahwa harga Bitcoin tidak mungkin mengalami pergerakan besar apapun pada akhir pekan, dan harganya kemungkinan akan berkonsolidasi di sekitar level yang ada saat ini.
Sementara itu, trader kripto Elja mengatakan kepada pengikutnya di platform X bahwa sudah waktunya bagi para investor untuk mendorong Bitcoin menuju US$ 68.000-70.000.
Salah satu alasannya, adalah indeks kekuatan relatif atau relative strength index (RSI) yang mencerminkan harga Bitcoin belum jenuh untuk dibeli. Jika RSI berada di atas 70, menunjukan bahwa pasar mungkin sedang overbought. Jika berada di bawah 30, ini menunjukan bahwa pasar mungkin sedang oversold.
RSI Bitcoin berada di angka 66,11 menurut dat Bitbo. Selama Bitcoin mencapai titik tertinggi sepanjang masa di angka US$ 73.679 pada bulan Maret tahun ini, RSI melonjak ke angka 79.

