Pascapeluncuran ETF Bitcoin, Harga Bitcoin Naik Hingga ke Level US$ 40.000
JAKARTA, Investortrust.id - Pergerakan harga Bitcoin sempat membebani saham terkait kripto. Sebelumnya sejumlah harga cryptocurrency merosot pada hari Kamis, (18/1/2024) dan harga Bitcoin jatuh kembali ke level US$ 40,000. Bitcoin sempat mengalami tekanan sampai turun 3% atau sebesar US$ 2.448.41, sehingga pasar kripto lainnya ikut terseret.
Seperti yang dikutip CNBC, Coinbase dan Micro Strategi menutup hari perdagangan masing-masing dengan harga turun 7% dan 2%. CleanSpark dan Marathon Digital masing-masing kehilangan lebih dari 6%, sementara Riot Platforms turun 5% dan Iris Energy mundur 8%.
“Kami masih dalam koreksi pascapeluncuran ETF,” kata Kepala Penelitian Penyedia Data CryptoQuant, Julio Moreno
Lebih lanjut, dia menyebutkan para pedagang jangka pendek dan pemegang bitcoin banyak yang masih melakukan penjualan signifikan dan menghindari risiko.
“Selain itu, margin keuntungan yang belum direalisasi belum cukup turun sehingga penjual kehabisan tenaga,” ujar Moreno.
Menurut Moreno, keuntungan yang belum direalisasi dari pemegang jangka pendek telah turun menjadi sekitar 16% minggu ini dari 48% pada bulan Desember, tetapi bisa jadi akan turun di bawah 0% untuk secara resmi mencapai titik terendah dalam harga bitcoin.
“Selain itu, aliran bitcoin ke bursa derivatif telah berhenti tumbuh, sebuah tren yang sebelumnya mengisyaratkan pasar bearish atau koreksi harga,” tambahnya.
Saat ini harga Bitcoin turun sekitar 12% sejak Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) memberikan lampu hijau kepada ETF Bitcoin Spot di AS pada 10 Januari. Moreno sebelumnya memproyeksikan bahwa pasca ETF Bitcoin Spot nilai Bitcoin bisa tertarik ke level US$ 36,000.
Sementara itu Managing Director and Technical Analyst di Wolfe Research, Rob Ginsberg memperingatkan, kendati terjadi tren kenaikan, namun ia menyebut besar kemungkinan akan terjadi penurunan lebih dalam.
“Ini mungkin hanya awal dari kuartal pertama tahun ini yang mengecewakan,” kata Rob. (CR-5)
