Himpun Rp 532,78 Miliar, Adhi Kartiko (NICE) Masuk Bursa lewat Divestasi Pemegang Saham
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan tambang bijih nikel, PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) dijadwalkan melakukan pencatatan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia, Selasa (9/1/2024) besok.
Sebelumnya, Perseroan telah menggelar prosesi initial public offering (IPO) dengan menawarkan sebanyak 1,22 miliar lembar saham atau setara dengan 20% dari modal disetor dan ditempatkan penuh Perseroan pasca IPO.
Saham yang ditawarkan merupakan milik dua pengendali Perseroan, masing-masing atas nama PT Sungai Mas Minerals (SMM), dan PT Inti Mega Ventura disingkat PT IMEV (d/h PT Mitra Marina Internasional) (IMEV).
Baca Juga
Pengapalan Pulp dan Kertas Dunia Lanjut Bertumbuh, Potensi Saham Indah Kiat (INKP) kian Besar
Sebagai catatan, sebelum IPO SMM memiliki 3,10 miliar lembar saham atau 51% dari modal disetor dan ditempatkan penuh Perseroan. Adapun IMEV memiliki 2,93 miliar lembar saham atau 48,18%.
Adapun harga perdana saham NICE ditetapkan Rp 438 per saham, sehingga para penjual mendapat dana hasil IPO sebesar Rp 532,78 miliar.
Sementara Perseroan yang memiliki area tambang nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara tersebut tidak menerima dana dari hasil IPO tersebut.
Dalam hajatan ini Perseroan dibantu oleh PT Valbury Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk dan PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi dari aksi korporasi tersebut. Ketiganya menyampaikan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap penawaran umum Perseroan.
Baca Juga
Sebagai catatan, PT Adhi Kartiko Pratama Tbk didirikan pada tahun 2008 merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan bijih nikel melalui kegiatan eksplorasi melalui proyek nikel laterit yang merupakan kontributor utama dalam industri bijih nikel global.
Tambang Perseroan terletak di Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Indonesia, 180 km sebelah barat laut Kabupaten Kendari.
Tambang Perseroan memiliki luas area konsesi sebesar 1.975 hektar (Ha) dimana kepemilikan dan pengoperasian tambang dilakukan secara 100%.
Mayoritas lokasi tambang, termasuk tambang milik Perseroan, berada dekat dengan pantai, yang memungkinkan pengangkutan sumber daya dalam jarak yang relatif dekat.
Lokasi tambang Perseroan hanya berjarak 600 meter dari dermaga, yang menegaskan komitmen Perseroan untuk efisiensi operasional. Selain itu, tambang Perseroan mudah diakses dari pusat kota Kendari, dengan jarak tempuh sekitar lima jam dari kota ke lokasi tambang.
Aksesibilitas ini menekankan kemudahan dan efisiensi operasional Perseroan.

