Melantai di Bursa, Saham Adhi Kartiko (NICE) melesat 8,22%
JAKARTA, investortrust.id - Perusahaan tambang bijih nikel, PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) resmi melantai di di bursa saham, sekaligus merupakan perusahaan ketiga yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2024.
Dibuka dengan harga perdana Rp 438 per saham, saham NICE langsung melesat 8,22 ke level Rp 474 sesaat setelah listing pukul 09.01, Selasa (9/1/2024). Tercatat saham NICE ditransaksikan dengan frekuensi sebanyak 2.100 kali dan volume perdagangan saham sebanyak 139 ribu lot, senilai Rp 6 miliar.
Sebelumnya, Perseroan telah menggelar prosesi initial public offering (IPO) dengan menawarkan sebanyak 6,08 miliar lembar saham atau setara dengan 20% dari modal disetor dan ditempatkan penuh Perseroan pasca IPO.
Baca Juga
Direktur Utama PT Adhi Kartiko Pratama Tbk, Stevano Riizki Adranacus, mengatakan, dalam periode penawaran saham, pihaknya mencatat kelebihan permintaan atau oversubscribed sebesar 15,7 kali.
Saham yang ditawarkan merupakan milik dua pengendali Perseroan, masing-masing atas nama PT Sungai Mas Minerals (SMM), dan PT Inti Mega Ventura disingkat PT IMEV (d/h PT Mitra Marina Internasional) (IMEV).
Sebagai catatan, sebelum IPO SMM memiliki 3,10 miliar lembar saham atau 51% dari modal disetor dan ditempatkan penuh Perseroan. Adapun IMEV memiliki 2,93 miliar lembar saham atau 48,18%.
Adapun harga perdana saham NICE ditetapkan Rp 438 per saham, sehingga para penjual mendapat dana hasil IPO sebesar Rp 532,78 miliar.
Baca Juga
Sementara Perseroan yang memiliki area tambang nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara tersebut tidak menerima dana dari hasil IPO tersebut.
Dalam hajatan ini Perseroan dibantu oleh PT Valbury Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk dan PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi dari aksi korporasi tersebut. Ketiganya menyampaikan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap penawaran umum Perseroan.
Sebagai catatan, PT Adhi Kartiko Pratama Tbk didirikan pada tahun 2008 merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan bijih nikel melalui kegiatan eksplorasi melalui proyek nikel laterit yang merupakan kontributor utama dalam industri bijih nikel global.
Tambang Perseroan terletak di Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Indonesia, 180 km sebelah barat laut Kabupaten Kendari.
Tambang Perseroan memiliki luas area konsesi sebesar 1.975 hektar (Ha) dimana kepemilikan dan pengoperasian tambang dilakukan secara 100%.
Mayoritas lokasi tambang, termasuk tambang milik Perseroan, berada dekat dengan pantai, yang memungkinkan pengangkutan sumber daya dalam jarak yang relatif dekat.
Lokasi tambang Perseroan hanya berjarak 600 meter dari dermaga, yang menegaskan komitmen Perseroan untuk efisiensi operasional. Selain itu, tambang Perseroan mudah diakses dari pusat kota Kendari, dengan jarak tempuh sekitar lima jam dari kota ke lokasi tambang.
‘’Aksesibilitas ini menekankan kemudahan dan efisiensi operasional Perseroan,’’ ulas Stevano.

